IJTI Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Terhadap Jurnalis MNC

Tim Okezone, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 337 2163949 ijti-desak-polisi-tindak-tegas-pelaku-penganiayaan-terhadap-jurnalis-mnc-zZftDOJxXn.jpg Ilustrasi Demo Kekerasan Terhadap Jurnalis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bentrokan yang terjadi di Desa Gondai, Langgam, Pelalawan, Riau, berbuntut korban luka sejumlah warga dan seorang wartawan MNC Media, Indra Yoserizal. Diduga, penganiayaan yang dialami Indra diduga dilakukan oleh petugas keamanan PT NWR.

Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana mengecam keras dugaan penganiayaan tersebut. Tidak hanya dianiaya, Indra juga mengaku sempat disekap.

"Atas persitiwa tersebut IJTI mengecam keras tindakan petugas keamanan. Pasalnya jelas tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan, dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum," kata Yadi dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut, Yadi menjelaskan kerja-kerja jurnalistik itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. Oleh karea itu pelaku tindak kekerasan bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers, dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Bentrok

Baca Juga: Bentrok Eksekusi Lahan di Riau, Wartawan MNC Group Dianiaya & Kamera Dirampas

Menanggapi tindak kekerasan tersebut Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyatakan sikap sebagai berikut :

1. IJTI meminta agar Polisi segera menangkap dan menindak tegas petugas keamanan PT NWR yang menganiaya dan menyekap jurnalis MNC

2. Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas adalah ancaman nyata bagi kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh di Tanah Air

3. Meminta kepada PT NWR agar mengembalikan kamera yang merupakan perangkat kerja Indra dan memastikan PT NWR tidak menghapus hasil rekaman peliputan.

4. IJTI tidak akan berkompromi dalam bentuk apapun dengan para pelaku kekerasan pada jurnalis.

5. Mengingatkan kepada seluruh jurnalis di Indonesia agar selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya. Fungsi pers adalah menyuarakan kebenaran serta berpihak pada kepentingan orang banyak.

Sementara perwakilan dari PT NWR Abdul Hadi yang dikonfirmasi iNews.id mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan wartawan MNC Media Indra Yoserizal, terkait insiden tersebut. NWR akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan yang terjadi di Desa Gondai.

"Kami sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Kami akan bahas langkah terbaik untuk masalah ini. Nanti malam kami konpers bersama," katanya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini