DPR Minta Keamanan di PON 2020 Papua Jadi Prioritas Utama

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 337 2163928 dpr-minta-keamanan-di-pon-2020-papua-jadi-prioritas-utama-fkQytksdeL.jpg Banner PON 2020 Papua (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 akan diselenggarakan di Papua. Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Keamanan, Ahmad Sahroni mengingatkan agar jaminan keamanan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama.

Oleh sebab itu, Sahroni pun meminta semua unsur petugas pengamanan dapat bekerja sama demi menyukseskan pesta olahraga empat tahunan itu.

"PON 2020 ini bukan pesta olahraga sembarangan, karena perhatian masyarakat baik nasional maupun internasional akan tertuju ke sana. Karenanya, aspek keamanan dan kenyamanan dalam acara ini harus benar-benar diperhatikan," kata Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Sahroni

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Sukseskan PON 2020 di Papua

Jika nantinya pelaksanaan PON tahun 2020 dapat berjalan dengan lancar, Sahroni meyakini bakal memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi di Bumi Cendrawasi itu. Oleh sebab itu, seluruh otoritas terkait perlu bekerjasama dalam menyukseskan perhelatan itu.

"Dampak ekonominya akan besar, makanya kita perlu benar-benar menjaga kegiatan ini agar selalu kondusif dan aman, sehingga PON 2020 bisa mendatangkan manfaat bagi semua pihak," bebernya.

Diketahui sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menggelar rapat gabungan (ragab) dengan dengan sejumlah menteri kabinet dan pimpinan lembaga negara pada Selasa 4 Februari 2020.

Adapun ragab tersebut untuk membahas persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX di Papua Tahun 2020. Ketua DPR Puan Maharani mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat menyukseskan penyelenggaraan acara itu.

"DPR RI mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua serta kabupaten/kota penyelenggara PON ke-20 untuk bekerja keras mensukseskan PON ke-20 dan Peparnas ke-16, khususnya dalam hal keamanan, percepatan penyelesaian pembangunan venue, dan ketersediaan akomodasi," tutur Puan.

PON 2020 yang akan digelar tak lama setelah Pilkada serentak ini akan melibatkan total 12.523 orang, yang terdiri dari Atlet sebanyak 6.442 orang, Official banyak 3.221 orang, dan SDM pertandingan (panitia pelaksana, wasit/juri, dewan hakim, technical delegate) sebanyak 2.860 orang.

Terkait hal ini, Kemendagri juga sudah mengusulkan agar kegiatan ini turut ditunjang dengan bantuan dari TNI dan Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini