Panja dan Pansus Jiwasraya Disebut Tidak Bisa Beriringan, Demokrat : Alasannya Apa?

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 337 2163809 panja-dan-pansus-jiwasraya-disebut-tidak-bisa-beriringan-demokrat-alasannya-apa-QdGTzNyhzZ.jpg Jiwasraya (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman menanyakan alasan Ketua DPR RI Puan Maharani, yang menyebut Panitia Kerja (Panja) dan Panitia Khusus (Pansus) hak angket tidak bisa berjalan beriringan dalam mengusut kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya (Persero).

“Alasannya apa? Aturan yang mana? Tidak ada,” ujar Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Sebelumnya Fraksi PKS dan Demokrat mengusulkan pembentukan Pansus dalam permasalahan di asuransi pelat merah itu. Namun, Puan bilang Panja dan Pansus tak bisa beriringan, karena Panja sedang bekerja di Komisi III, VI dan XI.

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : Dok Okezone.com)

Benny lantas menegaskan pembentukan Pansus adalah solusi. Kemudian dia menilai Pansus merupakan langkah yang paling efektif dan tidak menimbulkan kegaduhan.

“Justru mencegah panja-panja itu satu kasus ditangani oleh lebih dari dua Panja. Ya paling efektif dan tidak menimbulkan kegaduhan itu ya Pansus,” tutur Benny.


Baca Juga : PKS-Demokrat Usul Pansus Angket Jiwasraya, Ini Respons Ketua DPR

Disamping itu, ia menilai Pansus lebih memiliki kewenangan yang kuat dalam melakukan pengawasan serta pengungkapan suatu kasus.

“Pansus itu lintas komisi, panja itu adalah alatnya komisi, kekuatannya tidak powerfull dibanding dengan pansus,” kata Benny.


Baca Juga : Usut Kasus Jiwasraya, Panja Komisi VI dan III Siap Bersinergi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini