Berikut Peran Para Pelaku Pembobol Rekening Ilham Bintang

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 337 2163710 berikut-peran-para-pelaku-pembobol-rekening-ilham-bintang-QxvfZg6uhA.jpg Polda Metro Jaya saat jumpa pers soal pembobolan rekening Ilham Bintang (foto: Okezone.com/Rizki)

JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap kasus pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Para pelaku diketahui berjumlah delapan orang, yakni Desar (27), Teti (46), Wasno (52), Arman (53), Jati (33), Hendri (24), Rifan (25), dan Heni (25).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, otak pembobolan rekening ini dikomandoi oleh tersangka Desar, warga Palembang, Sumatera Selatan.

"D (Desar) otak dari tindak pidana ini, dia ditangkap di daerah Sumatera Selatan, Palembang di salah satu kecamatan," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/02/2020).

 Baca juga: Polisi Tangkap 8 Pembobol Rekening Ilham Bintang

Untuk melakukan pembobolan tersebut, Desar awalnya membeli data nasabah bank dan juga membeli Sistem Laporan Informasi Keuangan (Slik) OJK. Data itu nantinya digunakan untuk mencari target korbannya.

Data tersebut dibeli dari tersangka lainnya yakni Hendri yang mana ia memiliki akses untuk mendapatkan Slik OJK tersebut, lantaran bekerja sebagai pegawai di Bank Bintara Pratama Sejahtera (BPR).

"Tersangka H (Hendri) punya akses bisa dapat Slik OJK disitu ada data pribadi, nama lengkap, seseorang yang memiliki rekening dan limit rekeningnya," ungkap Yusri.

Baca juga: Pelaku Teridentifikasi, Polda Metro Jaya Buru Pembobol Rekening Ilham Bintang

Untuk mengumpulkan data itu, Hendri dibantu oleh tersangka Rifan dan Heni untuk menyiapkan data dan dijual kepada Desar atau komandan dari pembobolan tersebut.

Kemudian lanjut Yusri, setelah Desar mendapat seluruh data tersebut ia meminta tersangka Wasno, Teti, dan Arman untuk membuat duplikat kartu simcard handphone milik korban di gerai Indosat di kawasan Jakarta Barat.

Tujuan duplikat itu sendiri, agar para pelaku bisa merubah pasword rekening milik korbannya dengan melakukan perubahan setelah mendapat simcard yang telah di duplikat milik korban.

Namun, tambah Yusri karena dalam pembuatan simcard di gerai tersebut membutuhkan KTP, maka Desar meminta tersangka lain yakni Jati untuk memalsukan KTP. Hal itu pun berhasil dilakukan.

"Teknisnya nomor handphone didapat dari Hendri, dia coba buat simcard baru. Dia cek hape (Ilham Bintang) mati dan ini dijadikan kesempatan untuk membuat simcard baru," jelasnya.

Singkatnya setelah berhasil membuat simcard baru milik Ilham Bintang, pelaku kemudian mulai membobol email korban, kemudian mengganti password m-banking milik korban dan menguras habis uang.

"Setelah email terbuka keluarlah data Bank BNI dan Commonwealth yang dilaporkan Ilham Bintang, kalau 2 rekening beliau habis terkuras. Kerugian total dari Commonwealth Rp200 juta lebih, BNI Rp83 juta. Dari BNI sudah mengembalikan sebanyak Rp83 juta ke korban, yang dari Commonwealth kami belum dengar kabar sampai saat ini," tambah Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini