Kapolri Janji Langsung Serahkan Harun Masiku ke KPK jika Ditemukan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 337 2163676 kapolri-janji-langsung-serahkan-harun-masiku-ke-kpk-jika-ditemukan-dBRZNfSOEY.JPG Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (Foto: iNews TV)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis sudah memerintahkan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit untuk menyebarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Harun Masiku ke seluruh polda dan polres yang ada di Indonesia. Idham memastikan saat ini seluruh anggota Polri sudah mengantongi DPO Harun Masiku.

Polri berharap dapat segera menemukan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Kata Idham, pihaknya akan langsung menyerahkan ke KPK jika sudah berhasil mengamankan Harun Masiku.

"Kita berdoa saja mudah-mudahan nanti kalau misalnya Polri yang temukan tentu nanti kita langsung serahkan ke KPK," kata Idham Azis usai menandatangani nota kesepahaman antara Polri dan Jasa Raharja, di kantor Jasa Raharja, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut, Idham menyatakan bahwa Polri siap untuk membantu KPK dalam mencari buronan Harun Masiku. Saat ini, kata Idham, Polri sifatnya hanya membantu KPK untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap Harun Masiku.

"Kan kita sifatnya memberikan bantuan kepada KPK berdasarkan surat yang diajukan ke Polri," ucapnya.

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020.

KPK dan Polri masih memburu keberadaan Harun Masiku yang disebut-sebut berada di Indonesia. KPK sudah meminta bantuan Polri untuk memasukkan nama Harun Masiku dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan. KPK juga telah meminta Imigrasi untuk mencegah Harun Masiku pergi ke luar negeri.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak pemberi suap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini