KPK Dalami Aliran Uang di PT Mabua Harley Davidson Terkait Suap Garuda

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 22:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 04 337 2163415 kpk-dalami-aliran-uang-di-pt-mabua-harley-davidson-terkait-suap-garuda-C4UnL4GwYO.jpeg Gedung KPK, Jakarta (Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Mabua Harley Davidson, Djonnie Rahmat sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia. Ia diperiksa untuk tersangka Hadinoto Soedigno (HS).

Djonnie didalami oleh penyidik terkait aliran uang yang diduga masuk ke rekening PT Mabua Harley Davidson dari seorang terdakwa kasus ini yaitu, Soetikno Soedarjo.

Baca juga: Kasus Garuda, Emirsyah Satar Didakwa Terima Suap Rp46 Miliar

"Penyidik melakukan pemeriksaan saksi atas nama Djonnie Rahmat untuk tersangka HS. Materi yang didalami yaitu aliran uang di rekening PT Mabua yang terkait dengan Soetikno," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah-Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

Ali enggan membeberkan secara detail terkait adanya dugaan aliran uang ke rekening PT Mabua Harley Davidson. Kata Ali, ada atau tidaknya aliran uang dari Soetikno ke rekening PT Mabua Harley Davidson akan terungkap di persidangan Hadinoto Soedigno.

 Ilustrasi

"Terkait materi itu apakah ada pertanyaan yang mengarah ke sana yang ditanyakan tadi saya pikir itu bisa dilihat di persidangan tersangka HS," ucapnya.

Hadinoto Soedigno sendiri merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Baca juga: KPK Janji Penyidikan Kasus Korupsi Pesawat Garuda Rampung Tahun Ini

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat pada 2008-2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Sebeumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini