RSUI: Virus Korona Punya Gejala Sama dengan Influenza

Wahyu Muntinanto, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 337 2163332 rsui-virus-korona-punya-gejala-sama-dengan-influenza-gfkb2UqIuK.jpg Ilustrasi

DEPOK - Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), menjelaskan virus korona 2019-nCoV menyerang sistem pernafasan manusia.

Virus ini pun memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Bedanya dengan virus lain, virus korona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Gejala umum dari penyakit ini berupa demam dengan suhu 380C atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat yaitu pneumonia dengan gejala seperti demam, batuk berdahak, dan sesak napas.

"Pada pneumonia, pertukaran oksigen bisa terganggu sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan yang dapat berujung pada kematian," ucap Diah di RSUI Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Baca Juga: Pemerintah Timor Leste Minta Bantuan Indonesia Terkait Virus Korona

Menurutnya beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada.

"Jika kita atau ada orang di sekitar yang memiliki gejala di atas dengan riwayat perjalanan dalam 1 bulan terakhir ke wilayah Cina (terutama Wuhan), atau ke negara-negara yang kasusnya sudah terkonfirmasi, atau pernah merawat/kontak dengan penderita 2019-nCoV, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosisnya di RS yang menjadi rujukan," paparnya.

Diah menjelaskan bahawa proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

"Masa inkubasi virus ini 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," imbunya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini