Ini Alasan PKS Kekeh Usul Pansus Hak Angket Jiwasraya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 337 2163277 ini-alasan-pks-kekeh-usul-pansus-hak-angket-jiwasraya-8Re14uhdUa.jpg Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Fraksi Demokrat di DPR telah menyerahkan usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) hak angket, dalam menangani kasus PT Jiwasraya (Persero) ke pimpinan DPR.

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini menegaskan, apabila usulan Pansus hak angket dalam kasus Jiwasraya ini bukanlah sebuah upaya menjatuhkan pemerintah.

“Sebenarnya kami membikin Pansus ini bukan untuk menjatuhkan pemerintah atau apa,” tegas Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

 Baca juga: Begini Susunan Panja Jiwasraya Komisi III yang Diresmikan Hari Ini

Menurut Jazuli, mengapa pihaknya dan Fraksi Demokrat ngotot untuk pembentukan Pansus hak angket lantaran ingin kasus asuransi plat merah ini dapat terbuka secara terang benderang. “Tetapi ingin membuka secara terang benderang,” tegas dia.

Disamping itu, lanjut Jazuli, diharapkan melalui Pansus hak angket menghasilkan penegakan hukum yang objektif sehingga tak membuat industri menjadi runtuh.

“Kemudian penegakan hukum objektif, dan kami tidak ingin ambruk dunia industri sejenis,” ungkapnya.

 Baca juga: PKS dan Demokrat Usulkan Pansus Jiwasraya, PPP: Panja Sudah Bekerja

Diketahui sebelumnya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Demokrat di DPR menyerahkan usulan agar kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya (Persero) melalui panitia khusus (pansus) hak angket kepada perwakilan pimpinan DPR yakni Azis Syamsudin.

Dalam penyerahan itu dihadiri anggota Fraksi Demokrat Benny K Harman, Hinca Panjaitan, Herman Khaeron dan anggota Fraksi Demokrat lainnya. Sementara Fraksi PKS, Ketua Jazuli Juwaini, Aboe Bakar Al-Habsyi, Ledia Hanifa Amaliah hingga Dimyati Natakusuma.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini