KPK Rancang Strategi untuk Buru Buronan Harun Masiku

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 10:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 04 337 2162959 kpk-rancang-strategi-untuk-buru-buronan-harun-masiku-NTjNq6PPxb.jpg Plt Jubir KPK, Ali Fikri (foto: iNews.id)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah merancang strategi baru, untuk memburu buronan Harun Masiku yang masih berkeliaran bebas. Sayangnya, KPK enggan membuka strategi pencarian Harun Masiku tersebut ke publik.

"Terkait dengan upaya lain terkait dengan penyidikan itu tidak bisa kami sampaikan, karena itu nanti dikhawatirkan penyidikan tidak berjalan semestinya. Dalam pengertian bahwa ada strategi yang tidak perlu kami sampaikan ke teman-teman atau masyarakat," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

 Baca juga: KPK Blokir Rekening Harun Masiku

Ali berdalih, bahwa KPK telah mengantisipasi upaya-upaya pelarian Harun Masiku. Salah satu upaya tersebut yakni dengan melakukan pemblokiran rekening Harun Masiku.

"Tentu pada prinsipnya, penyidik sudah antisipasi seluruhnya yang berhubungan dengan rangkaian perbutan daripada tersangka," ucapnya.

 Baca juga: KPK: Kami Belum Ada Update Keberadaan Harun Masiku

KPK sudah melakukan beberapa cara untuk menangkap tersangka kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) Harun Masiku. Upaya yang dilakukan KPK yakni dengan meminta bantuan ke Polri.

Kemudian, meminta bantuan Imigrasi untuk mencegah Harun Masiku yang disebut-sebut ada di Indonesia ke luar negeri, mendaftarkan Harun sebagai buronan, serta menunggu laporan dari masyarakat terkait keberadaan Harun Masiku.

Namun, sejumlah upaya yang dilakukan KPK itu hingga kini belum membuahkan hasil. Harun Masiku masih berkeliaran bebas dan belum terdeteksi keberadaannya.

Harun Masiku merupakan mantan Caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020.

KPK menyebut Harun sempat terdeteksi keberadaannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran, Jakarta Selatan, saat OTT dilancarkan. Namun, KPK kehilangan jejak saat akan mengamankan Harun Masiku.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini