Izin Berobat, Terdakwa Kasus Suap Mirawati Basri Diduga Malah Perawatan Wajah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 03 Februari 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 337 2162765 izin-berobat-terdakwa-kasus-suap-mirawati-basri-diduga-malah-perawatan-wajah-Za3lvvfjfh.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan impor bawang putih, Mirawati Basri diduga telah menyalahgunakan izin berobat yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mirawati disebut menyalahgunakan izin berobat untuk perawatan wajahnya.

Awalnya, Mirawati disebut meminta izin KPK untuk berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, untuk memeriksa permasalahan di bagian kulit dan kandungannya. Namun, ia justru tercatat malah melakukan perawatan wajah.

Demikian hal tersebut terungkap dalam sidang putusan sela perkara dugaan suap pengurusan impor bawang putih untuk terdakwa Mirawati Basri. Dalam persidangan, Jaksa KPK Takdir Suhan mengungkap adanya kejanggalan perawatan medis terhadap Mirawati Basri.

"Disebutkan bahwa di sini ada tindakan medis berupa clinical facial brightening atau facial yang dilakukan oleh terdakwa, di mana sesuai dengan penetapan tidak disebutkan adanya permohonan penetapan untuk dilakukan tindakan tersebut," ujar Jaksa Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Nyoman Dhamantra Minta Jatah Rp39,6 Miliar dari Pengurusan Impor 20.000 Ton Bawang Putih

"24 Januari itu disebutkan bahwa dilakukan pemeriksaan kesehatan pengobatan ke dokter spesialis kulit, kelamin dan pemeriksaan kesehatan ke dokter spesialis kandungan, Disini dengan tegas tidak disampaikan bahwa ada tindakan clinical facial brightening atau facial," sambungnya.

Jaksa Takdir membongkar kejanggalan perawatan medis terhadap Mirawati Basri. Dimana, kejanggalan tersebut berawal dari adanya tunggakan pembayaran medis berupa perawatan wajah di clinical facial brightening. Padahal, dalam permohonannya Mirawati tidak menyebut akan melakukan perawatan kulit wajah.

Selain itu, Jaksa Takdir juga menyebut bahwa pengawal tahanan KPK tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan rumah sakit saat mengantar Mirawati melakukan perawatan. "Pada saat itu memang petugas kami tidak bisa ikut masuk ke dalam melakukan pengecekan," ucap Takdir.

Atas perbuatannya, kata Takdir, Mirawati dikenakan sanksi oleh kepala cabang rutan KPK. Hukuman ini dijatuhkan karena Mirawati melanggar tata tertib rutan.

"Terdakwa dua (Mirawati Basri) sudah dilakukan berita acara pemeriksaan, dimana dituangkan bahwa betul ada tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa dua," jelas Takdir.

Mirawati membantah tudingan Jaksa KPK. Menurutnya, perawatan wajah dilakukan atas rekomendasi dari dokter RSPAD Gatot Subroto bukan karena kehendak pribadi. Hal itu, kata Mira, menyusul kulitnya yang memang sensitif saat terserang penyakit.

"Jadi facial yang dimaksud itu silahkan tanya ke dokter. Jadi saya ini ada hitam, ada putih. Dan mungkin pengawal tidak masuk karena laki-laki, karena harus buka baju seperti ada panu tapi tidak panu, kena eksim yang mulia," ujar Mira.

Mirawati merupakan orang kepercayaan mantan anggota DPR RI, I Nyoman Dhamantra. Ia didakwa bersama-sama Nyoman dan pihak swasta Elviyanto menerima suap dari Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA), Chandry Suanda alias Afung terkait pengurusan impor bawang putih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini