Hakim Tolak Nota Keberatan Nyoman Dhamantra Terkait Suap Impor Bawang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 03 Februari 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 337 2162610 hakim-tolak-nota-keberatan-nyoman-dhamantra-terkait-suap-impor-bawang-ueyc2nok15.jpg I Nyoman Dharmanta saat keluar dari Gedung KPK (foto: Sindo)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan terdakwa mantan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dhamantra. Nyoman Dhamantra merupakan terdakwa perkara dugaan suap terkait impor bawang putih.

"Menolak keberatan atau eksepsi dari penasehat hukum terdakwa, dan terdakwa atas nama I Nyoman Dhamantra untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim, Saifuddin Zuhri saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

 Baca juga: Sangkal Terima Suap, Eks Anggota DPR Nyoman Terisak saat Bacakan Eksepsi

Hakim Zuhri menyatakan, bahwa surat dakwaan yang disusun Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Nyoman Dhamantra sah menurut hukum. Oleh karenanya, Hakim memerintahkan agar tim jaksa melanjutkan perkara ini.

"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum, adalah sah menurut hukum. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini," kata Hakim.

 Baca juga: Nyoman Dhamantra Keberatan Didakwa Terima Suap Impor Bawang Rp2 Miliar

Sebelumnya, Nyoman Dhamantra menyangkal telah menerima suap seperti apa yang tertuang dalam dakwaan Jaksa KPK. Nyoman, dalam nota keberatannya, membantah menerima suap sebesar Rp2 miliar.

"Saya tidak pernah melakukan perbuatan yang disebutkan oleh JPU, seperti surat dakwaannya. saya juga tak mengetahui adanya pertemuan yang dilakukan pihak-pihak terkait perkara pengurusan impor bawang putih," kata Nyoman

"Saya juga tidak tahu adanya transaksi yang katanya itu hadiah atau janji. saya juga bingung didakwa padahal saya tidak pernah memberi perintah. Demi Tuhan saya tidak pernah memberi perintah kepada siapapun agar saya diberikan hadiah atau janji berupa uang," sambungnya.

Nyoman bersumpah tidak pernah menerima suap serta memberikan perintah terkait pengurusan impor bawang putih kepada siapapun. Ia meminta agar Majelis Hakim dapat mengabulkan eksepsinya.

"Demi Tuhan saya tidak pernah menerima atau memerintahkan untuk menerima hadiah janji atau apapun. Saya mohon agar dapat menerima eksepsi saya, sekaligus membatalkan dakwaan JPU," ucapnya.

Dalam perkara ini, Nyoman Dhamantra didakwa menerima hadiah berupa uang Rp2 miliar dan janji uang sebesar Rp1,5 miliar. Uang itu dari Direktur PT Cahaya Sakti Argo (CSA) Chandry Suanda alias Afung, dan dua pihak swasta Dody Wahyudi dan Zulfikar.

Uang tersebut diberikan untuk mengupayakan pengurusan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini