Pesan Terakhir Gus Sholah soal Keindonesiaan dan Keislaman

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 03 Februari 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 337 2162423 pesan-terakhir-gus-sholah-soal-keindonesiaan-dan-keislaman-vlhopRtsDz.jpg KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah kerap berpesan bahwa antara keislaman dan keindonesiaan tidak harus ada dilema. Hal itu ia ungkapkan ketika melakukan takziah ke rumah duka Gus Sholah di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

"Ya Beliau selalu menegaskan tidak ada dilema antara keindonesiaan dengan keislaman. Karena itu, negeri ini yang mayoritasnya umat Islam tidak ada tempatnya untuk kita mengadakan dikotomi sehingga berhadap-hadapan," kata Sohibul, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Presiden PKS: Gus Sholah adalah Ulama yang Diterima Semua Kalangan 

Menurut dia, Gus Sholah ingin nasionalisme dan Islam bersatu agar Indonesia bisa menjadi negara yang kuat. Terlebih, lanjut Sohibul, kelompok Islam dan nasionalisme sama-sama telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Justru Islam dan nasionalis itu harus menyatu. Saya katakan takdir sosiologis bangsa ini selalu ada kelompok Islam dan nasionalis. Dan, takdir historisnya Indonesia dimerdekakan oleh dua kelompok ini," ucapnya.

Baca juga: Ponpes Tebuireng Diselimuti Duka Jelang Kedatangan Jenazah Gus Sholah 

Sohibul pun mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun bangsa Indonesia agar terus bisa mewujudkan pesan Gus Sholah selama hidupnya.

"Karena itu, kita harus bahu-membahu membangun bangsa ini. Yang penting ada keseimbangan peran dalam membangun bangsa ini," jelasnya.

Sebelumnya duka menyelimuti bangsa Indonesia atas wafatnya KH Salahuddin Wahid. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini meninggal pada Minggu 2 Februari 2020 sekira pukul 20.55 WIB di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Baca juga: Gus Sholah Wafat, Ponpes Tebuireng Akan Dipimpin Gus Kikin 

Kondisi Gus Sholah diketahui terus menurun usai menjalani bedah jantung pada Sabtu 1 Februari 2020. Tim dokter yang merawat Gus Sholah melakukan ablasi atau operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia dengan menggunakan kateter yang dimasukkan ke ruang jantung.

Gus Sholah dikabarkan kritis usai menjalani operasi jantung. Operasi dilakukan karena ada masalah di selaput jantungnya. Ia dirawat di RS Jantung Harapan Kita sejak Senin 27 Januari 2020. Kondisi Gus Sholah menurun usai menjalani operasi pada Jumat 31 Januari.

Baca juga: Gus Sholah Memberi Banyak Perubahan di Ponpes Tebuireng 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini