Jokowi Pimpin Ratas Terkait Evakuasi WNI dari Wuhan, Ini Hasilnya

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 02 Februari 2020 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 337 2162163 jokowi-pimpin-ratas-terkait-evakuasi-wni-dari-wuhan-ini-hasilnya-Flb89O2J4K.JPG Presiden Jokowi memimpin ratas soal pemulangan WNI dari China terkait wabah virus korona di Bandara Halim Perdanakusuma (Foto: Biro Pers Setpres RI/Kris)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memimpin rapat terbatas tentang evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari China menyusul wabah virus korona yang melanda negara tersebut. Rapat bersama jajaran pemerintah itu dihelat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (2/2/2020).

"Baru saja rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat jumpa pers sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (Setpres).

Dalam keterangannya, Retno menyampaikan beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, sejumlah 243 orang, termasuk 5 orang Tim Aju (tim pendahulu) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah tiba dengan selamat di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Presiden Jokowi

"Mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi ini juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan, sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat," jelas Retno.

Kedua, Retno mengatakan bahwa Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna. "Juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan," imbuhnya.

Menlu Retno Marsudi

Ketiga, Retno menyebut bahwa penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT ditunda untuk sementara mulai hari Rabu, 3 Februari 2020, pukul 00.00 WIB.

Keempat, lanjut Retno, semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Sedangkan kelima, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara dihentikan.

"Keenam, pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini