Kritis, Gus Sholah Alami Gangguan Jantung

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 02 Februari 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 337 2162135 kritis-gus-sholah-alami-gangguan-jantung-CQhhCv3JuH.jpg Tokoh NU, Salahuddin Wahid (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dikabarkan kritis di rumah sakit karena gangguan jantung.

Putra Gus Sholah, Irfan Wahid menjelaskan sekitar dua Minggu lalu ayahnya ada keluhan ritme jantung yang tidak beraturan.

"Maka dilakukanlah ablasi, semacam kateter untuk mengisolir elektromagnetik liar," kata pria yang akrab disapa Ipang Wahid saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (2/2/2020).

Ipang menjelaskan, Gus Sholah sukses menjalani operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau ablasi di rumah sakit. Setelah itu, ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dibolehkan pulang.

Baca Juga: Adik Gus Dur Salahuddin Wahid Kritis di Rumah Sakit

Setelah beberapa hari di rumah, tubuh Gus Sholah kembali lemas. Alhasil, yang bersangkutan langsung dirujuk ke rumah sakit kembali hingga hari ini.

"Balik ke rumah beberapa hari kemudian lemas. Rawat lagi ke RS sampai sekarang," imbuhnya.

Ipang melanjutkan, Gus Sholah berada di rumah sakit sejak 31 Januari 2020. Kondisi ayahnya saat ini dilaporkan masih drop. "Jumat kemarin. Bapak drop banget," ungkapnya.

Ia meminta doa dari khalayak luas untuk kesembuhan ayahnya. "Kami sekeluarga dengan rendah hati memohon agar didaoakan bagi kesembuhan Gus Sholah," tuturnya.

Gus Sholah lahir di Jombang, 11 September 1942 atau berumur 77 tahun. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998.

Pada Pemilu Presiden 2004, Gus Sholah mencalonkan diri sebagai kandidat Wakil Presiden mendampingi Mantan Panglima ABRI Wiranto yang menjadi calon Presidennya.

Gus Sholah merupakan putra dari pasangan K.H. Wahid Hasyim (ayah) dengan Sholehah (ibu), dan adik kandung dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ayahnya adalah putra dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini