nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua MPR: Warga Mulai Cemas WNI dari Wuhan Diobservasi di Natuna

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 13:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 02 337 2162068 ketua-mpr-warga-mulai-cemas-wni-dari-wuhan-diobservasi-di-natuna-dBSt65AlfN.JPG Ketua MPR RI, Bambamg Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari tingkat pusat hingga daerah menyosialisasikan kemampuan negara menangkal dan mencegah penyebaran virus korona ke dalam negeri.

"Langkah ini sangat perlu untuk mencegah panik masyarakat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (2/2/2020).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengingatkan, masyarakat tidak hanya peduli pada pemberitaan tentang dampak virus korona Wuhan atau novel coronavirus (2019- nCoV), tetapi juga mulai cemas terpapar virus mematikan itu.

"Kecemasan masyarakat itu direfleksikan oleh warga Natuna ketika menyikapi keputusan pemerintah menetapkan Natuna sebagai lokasi karantina bagi 250 WNI yang dievakuasi dari Tiongkok. Penolakan warga Natuna dinyatakan dalam unjuk rasa, Sabtu 1 Februari 2020 kemarin," ungkap politikus Partai Golkar itu.

Menurut Bamsoet, kecemasan itu sangat wajar mengingat sebagian besar masyarakat begitu awam tentang virus korona dan cara menangkalnya. Sedangkan pemberitaan tentang ekses virus ini sangat intens dan mulai menebarkan rasa takut.

"Apalagi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan status virus corona Wuhan sebagai darurat dunia, yang ditindaklanjuti banyak negara dengan ragam tindakan preventif menangkal penyebaran virus itu," papar Bamsoet.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi langkah Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto dan jajarannya dalam menenangkan masyarakat. Namun, langkah-langkah itu belum efektif karena insidentil atau sepintas, sementara pemberitaan tentang ekses dan penyebaran virus korona demikian intens akhir-akhir ini.

"Informasi tentang kemampuan negara menangkal virus itu pun masih simpang siur, dan tak jarang dibumbui hoaks," ucapnya.

Karena itu, Bamsoet mendorong Kemenkes segera menyiapkan penjelasan atau informasi publik tentang kemampuan negara menangkal penyebaran virus korona di dalam negeri.

Informasi resmi itu hendaknya seragam dan disebarluaskan atau disosialisasikan ke semua daerah oleh jajaran Dinas Kesehatan di setiap provinsi serta kabupaten/kota.

"Dengan penjelasan atau informasi resmi yang seragam, diharapkan tidak ada lagi kesimpangsiuran, hoaks atau spekulasi lainnya tentang virus korona di Indonesia. Langkah seperti ini juga bertujuan mencegah panik di masyarakat," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini