nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Korona, Ketua MPR Minta Pemerintah Pantau Puluhan Ribu TKA China

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 13:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 02 337 2162066 antisipasi-korona-ketua-mpr-minta-pemerintah-pantau-puluhan-ribu-tka-china-WYLNmzdlQ3.jpg Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Ditjen Imigrasi Kemenkumham memonitor mobilitas puluhan ribu tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona di dalam negeri.

"Hingga akhir tahun lalu, jumlah TKA asal Tiongkok di Indonesia lebih dari 30.000 orang. Di antara jumlah itu, sebagian tentunya keluar masuk Indonesia-Tiongkok untuk berbagai keperluan," kata pria yang akrab disapa Bamsoet, dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Minggu (2/2/2020).

"Apalagi, momentum tahun baru Imlek baru saja berlalu. Monitoring terhadap mobilitas TKA asal Tiongkok itu semata-mata bertujuan mencegah penyebaran virus korona di dalam negeri," sambungnya.

Bamsoet juga mendesak jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari tingkat pusat hingga daerah menyosialisasikan kemampuan negara menangkal dan mencegah penyebaran virus korona ke dalam negeri. Langkah ini sangat perlu untuk mencegah panik masyarakat.

Di samping itu, politikus Partai Golkar ini pun mengingatkan, masyarakat tidak hanya peduli pada pemberitaan tentang dampak virus korona Wuhan atau novel coronavirus (2019- nCoV), tetapi juga mulai cemas.

"Kecemasan masyarakat itu direfleksikan oleh warga Natuna ketika menyikapi keputusan pemerintah menetapkan Natuna sebagai lokasi karantina bagi 250 WNI yang dievakuasi dari Tiongkok. Penolakan warga Natuna dinyatakan dalam unjuk rasa, Sabtu 1 Februari 2020 kemarin," jelasnya.

Menurut Bamsoet, kecemasan itu sangat wajar mengingat sebagian besar masyarakat begitu awam tentang virus korona dan cara menangkalnya. Sedangkan pemberitaan tentang ekses virus ini sangat intens dan mulai menebarkan rasa takut.

Apalagi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan status virus korona sebagai darurat dunia, yang ditindaklanjuti banyak negara dengan ragam tindakan preventif menangkal penyebaran virus itu.

Kendati demikian, Bamsoet mengapresiasi langkah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan jajarannya menenangkan masyarakat. Namun, langkah-langkah itu belum efektif karena insidentil atau sepintas, sementara pemberitaan tentang ekses dan penyebaran virus korona demikian intens akhir-akhir ini.

"Informasi tentang kemampuan negara menangkal virus itu pun masih simpang siur, dan tak jarang dibumbui hoaks," tukasnya.

Karena itu, Bamsoet mendorong Kemenkes segera menyiapkan penjelasan atau informasi publik tentang kemampuan negara menangkal penyebaran virus korona di dalam negeri. Informasi resmi itu hendaknya seragam dan disebarluaskan atau disosialisasikan ke semua daerah oleh jajaran Dinas Kesehatan di setiap provinsi serta kabupaten/kota.

"Dengan penjelasan atau informasi resmi yang seragam, diharapkan tidak ada lagi kesimpangsiuran, hoaks atau spekulasi lainnya tentang virus korona di Indonesia. Langkah seperti ini juga bertujuan mencegah panik di masyarakat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini