nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fraksi PKS Tegur Kadernya yang Usulkan Ekspor Ganja

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 01 Februari 2020 17:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 01 337 2161815 fraksi-pks-tegur-kadernya-yang-usulkan-ekspor-ganja-A7RKhZl5No.jpg Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini, mengungkapkan pihaknya menegur keras anggota Komisi VI asal Aceh, Rafly yang membuat pernyataan saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan. Dalam rapat kerja itu, Rafly berbicara soal kemungkinan regulasi tanaman ganja agar bisa diekspor untuk kebutuhan farmasi atau obat.

Menurut Jazuli, usulan Rafly tentang tanaman ganja agar bisa diekspor adalah pendapat pribadi dan tidak mewakilkan Fraksi PKS.

"Pak Rafly, sebagai pribadi anggota DPR, namun tidak mewakili sikap PKS," ujar Jazuli dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2020).

Rafly, lanjut Jazuli, melihat tanaman ganja sering disalahgunakan sebagai narkotika dan Aceh daerah pemilihannya sering dikaitkan dengan tanaman ini. Jadi, menurutnya, negara perlu tegas membuat regulasi untuk mengatasi penyalahgunaan ini.

Ilustrasi (ist)

"Jikapun ada manfaat Pak Rafly meminta negara mengkajinya dalam batasan ketat dan terbatas apakah untuk ekspor demi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk untuk obat atau farmasi," ucap Jazuli.

Meski demikian, kata Jazuli, Fraksi PKS menilai pernyataan pribadi Rafly itu kontroversial dan telah menimbulkan polemik yang kontraproduktif. Apalagi usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS, sehingga pernyataan pribadi itu layak diluruskan dan dikoreksi.

"Apalagi telah menimbulkan salah paham dan framing terhadap PKS partai yang selama ini justru dikenal vokal menolak narkoba dan mendukung BNN," tuturnya.

Jazuli menambahkan, meskipun pendapat Rafly ada peluang tanaman ganja bila bisa diatur dalan regulasi yang khusus dalam batasan tertentu ganja bisa menjadi bahan baku industri obat atau farmasi dan beberapa negara meregulasi hal serupa.

Akan tetapi, Fraksi PKS memahami UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tegas melarang ganja dan mengategorikannya sebagai narkotika golongan 1.

"Atas dasar itulah Fraksi PKS menegur keras Pak Rafly dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu sehingga menimbulkan polemik serta membuat salah paham di kalangan masyarakat," ucapnya.


Baca Juga : Polisi Tangkap Pengedar Ganja yang Dikendalikan dari Lapas  

"Dan beliau menarik usulan pribadinya tsb. Fraksi PKS meminta beliau berhati-hati dalam membuat pernyataan yang lebih banyak mudaratnya, apalagi menyangkut isu sensitif yang bisa kontraproduktif dengan semangat pemberantasan narkoba, yang selama ini menjadi perhatian penting PKS," tutur Jazuli.


Baca Juga : Selundupkan 50 Kg Ganja, Warga Malang Divonis Hukuman Mati

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini