Share

Indonesia Penghasil Durian Terbesar di Dunia, tapi Kenapa Masih Impor?

Hambali, Okezone · Sabtu 01 Februari 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 337 2161777 indonesia-penghasil-durian-terbesar-di-dunia-tapi-kenapa-masih-impor-n8POdtjDeR.jpg Festival Durian Banten di Alam Sutra, Tangerang Selatan (Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri Festival Durian Banten di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Sabtu (1/2/2020). Festival itu dirangkai pula dengan penyajian sekira 1.500 buah durian gratis kepada masyarakat yang datang.

Gubernur Wahidin Halim (WH) turut mendampingi dalam memerkenalkan varietas durian serta hasil olahan kepada Teten.

Meski durian yang dihasilkan dari perkebunan dalam negeri sangat besar, namun kondisi itu berbanding terbalik dengan kenyataan saat ini di mana Indonesia masih mengimpor durian. Hal demikian disebabkan, tingginya peminat durian di Tanah Air.

 Ilustrasi

"Kita ini sekarang produsen terbesar di dunia, kalau saya lihat angkanya sekitar 900 ton. Tapi kita ini masih importir Pak Gubernur, kita masih impor durian monthong (Thailand), durian musangking (Malaysia)," kata Teten.

Teten berkesempatan mencicipi berbagai jenis durian khas Banten yang dipamerkan di stand-stand UMKM di lokasi. Dia menilai, jenis Durian Si Bintang dan Durian WH tak kalah lezatnya dengan durian unggulan Malaysia, yaitu Musangking.

"Paling top tadi si Bintang dari Pandeglang, dan durian WH. Dua duren menurut saya itu hampir mirip pasangan (duren) di Malaysia, Musangking dan Black Thorn. Nah itu mirip tadi, si Bintang itu mirip Black Thorn, bahkan lebih enak," ucapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Menurut Teten, kualitas durian lokal seharusnya dapat bersaing dengan durian import. Apalagi jenisnya bermacam-macam dan tersebar di berbagai wilayah. Guna menjadi pengekspor durian, maka pihaknya akan memerkuat UMKM masuk ke sektor-sektor unggulan.

"Pertama, kita harus perkuat dulu UMKM memang harus masuk ke sektor-sektor unggulan, termasuk yang produk ekspor tadi. Salah satu produk ekspor yang diminta dunia adalah makanan berbasis laut, mulai rumput laut dan ikan-ikanan. Kedua, berbasis hortikultura," tuturnya.

Menteri Teten juga menyebutkan, jika pihaknya tengah berkolaborasi dengan kementerian terkait guna meningkatkan ekspor Indonesia. Sektor UMKM, kata dia, diminta langsung Presiden Joko Widodo menambah volume ekspor.

"Sekarang ekspor UMKM itu 14,5 persen, kita diminta meningkatkan sampai 2024 dua kali lipat. Memang kita dibandingkan negara-negara tetangga terendah. Vietnam itu sudah 17 persen, Malaysia di atas 20 persen, Thailan sudah 35 persen, Korea 60, Jepang 55, dan China 70 persen," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini