nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Disingkat Cilaka, DPR: Ciptaker Lebih Positif

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 01 Februari 2020 15:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 01 337 2161768 omnibus-law-cipta-lapangan-kerja-disingkat-cilaka-dpr-ciptaker-lebih-positif-PE2WZyBiGu.jpg Diskusi Polemik MNC Trijaya bertema "Omnibus Law dan Kita" di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX Bidang Ketenagakerjaan DPR RI, Melki Laka Lena, enggan menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dengan istilah 'Cilaka'. Kata Melki, istilah Cilaka justru bisa menjadi pukulan bagi DPR.

"Saya berharap bahwa kita pakai istilah Ciptaker, jangan Cilaka deh. Bahaya nih istilah. Saya beberapa kali pertemuan tuh orang (pakai istilah Cilaka), ini simpel ya. Tapi, istilah Cilaka itu bisa menjadi pukulan buat kita loh," ujarnya saat menghadiri diskusi Polemik MNC Trijaya di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020).

Politikus Golkar itu berharap istilah Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja 'Cilaka' diubah dengan 'Ciptaker'. Kata Melki, istilah 'Ciptaker' lebih positif ketimbang 'Cilaka'

"Coba kita pakai istilah yang positif, Ciptaker. Jadi biar kita ambil yang positif dalam proses ini," tuturnya.

Diskusi Polemik MNCTrijaya bertema Omnibus Law dan Kita di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)Diskusi Polemik MNCTrijaya bertema Omnibus Law dan Kita di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Lebih lanjut, Melki berpandangan, RUU Omnibus Law Ciptaker sebenarnya bisa menjadi 'surga' bersama antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. Oleh karena itu, Melki mengajak pemerintah, pengusaha, dan buruh duduk bersama mencari kesepakatan terkait polemik omnibus law.


Baca Juga : DPR Sebut Omnibus Law Terobosan Presiden Jokowi yang Tak Biasa

"Jadi undang-undang ini menjadi neraka ataupun surga itu kan urusan kita bersama juga. Kalau kita mau ngotot-ngototan, enggak ada komprominya, ya salah satu paling untung misalnya. Mungkin buruh, atau pengusaha. Tapi kalau kita bisa kompromi dengan baik, dan itu kan asas Pancasila kita kan gotong royong, musyawarah mufakat. Masa kita orang Indonesia tidak bisa duduk bersama," ucapnya.


Baca Juga : Surpres Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Diterima DPR Senin Depan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini