Share

Penjelasan DPR Tentang Skema Evakuasi WNI Keluar dari China

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 01 Februari 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 337 2161593 penjelasan-dpr-tentang-skema-evakuasi-wni-keluar-dari-china-qKQKWGOz1z.jpg ilustrasi

JAKARTA - Dalam proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kota Wuhan yang terisolir lantaran terpapar virus korona, Komisi IX DPR RI terus melakukan koordinasi dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) untuk pembahasan skema pemulangan para WNI yang berada di Kota Wuhan.

Anggota komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan saat ini pemerintah Indonesia terlebih dahulu melakukan komunikasi diplomatik dengan Pemerintah China, pasalnya pemerintah setempatlah yang memiliki wewenang keluar masuknya seseorang di wilayahnya.

“Pemerintah kita informasinya sudah berkomunikasi dengan China soal pemulangan WNI, dan informasi yang saya peroleh, Pemeritahan China sudah berikan izin untuk membawa WNI keluar dari China,” katanya kepada Okezone, Sabtu (1/2/2020).

Kata Saleh, sebelum WNI keluar dari Negeri Tirai Bambu itu, pemerintah setempat ingin memastikan terlebih dahulu setiap orang yang keluar dari Wuhan benar-benar bersih dari virus Korona. Hal itu China menawarkan untuk melakukan evaluasi dan observasi terlebih dahulu.

“Pemerintah China ingin memastikan dulu bahwa warga yang keluar dari sana itu memang terbebas atau tidak terpapar virus Korona ini. Jadi mereka evaluasi dan observasi dulu. Nanti laporan dari pemerintah China itu barulah mereka izinkan keluar nah itu tahapannya dari sana,” ujarnya.

Dari evaluasi dan observasi yang ditawarkan Pemerintah China, Saleh menjelaskan, dilakukan dengan dua skema yakni setiap orang sebelum diterbangkan ke negara asalnya harus dilakukan pemriksaan di wilayah China yang terbebas dari paparan virus. Cara kedua, setiap orang diperbolehkan langsung terbang ke negara asalnya.

Baca Juga : Warga Lokal Terinfeksi Korona, 10 Mahasiswa Asal Banten di China Minta Dievakuasi

“Bisa jadi dikeluarkan dulu dari provinsi ini ke provinsi lain yang masih di wilayah Chiina. Tetapi dipastikan tidak terjangkit virus atau kedua skema ke dua ada yang langsung," kata dia.

"Nanti mereka kemungkinan besar akan di karantina untuk memamstikan mereka tidak terpapar virus itu. Itu bisa jadi di rumah sakit atau di bandara yang dinyatakan tidak sibuk dan tidak ramai seperti Kertajati,” imbuhnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini