Ingin Bangun Desa Madani, Parmusi Minta Bantuan Wapres Ma'ruf Amin

Sarah Hutagaol, Okezone · Sabtu 01 Februari 2020 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161566 ingin-bangun-desa-madani-parmusi-minta-bantuan-wapres-ma-ruf-amin-iTplUiT6N6.jpg Ketum Permusi Usman Hisyam (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengunjungi Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Usai bertemu, Ketua Umum Pengurus Pusat Parmusi Usamah Hisyam menyampaikan tujuannya mengunjungi Ma'ruf Amin untuk menyampaikan programnya dalam memajukan ekonomi desa madani.

Karena itu, Usamah meminta kepada pemerintah melalui Ma'ruf Amin untuk mengalokasikan dana kepada Parmusi melalui beberapa bank syariah.

"Dana-dana murah yang dikucurkan melalui bank syariah, dan Wapres berjanji akan memperjuangkan itu. Sehingga umat Islam bisa mengakses permodalan usaha kecil itu dari bank syariah, bukan saja melalui kredit usaha rakyat melalui bank konvensional," ucap Usamah, Jumat (31/1/2020).

Hingga saat ini, Usamah mengungkapkan kalau masih terhambat terkait pemberian modal. Sehingga, masyarakat di desa-desa yang mengembangkan usahanya, seperti pertanian dan perternakan menjadi terbengkalai.

"Semua sudah kita siapkan infrastrukturnya, lahannya dari kita juga dari rakyat yah, sekarang tinggal permodalannya, permodalannya kita terhambat. Ini kita menggunakan dana infaq sodaqoh dari pengurus parmusi untuk menyalakan program desa madani, tapi itu enggak cukup," paparnya.

Menurut Usamah, beberapa tahun lalu kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan antara Parmusi dengan beberapa bank syariah. Maka, ia pun meminta bantuan pemerintah untuk mencairkan dana tersebut.

Baca Juga : Sultan Keraton Cirebon Sebut Sunda Empire hingga King of The King Memprihatinkan

"Karena untuk mengembangkan satu desa madani agar rakyat di desa bisa makan dengan perkebunan pertanian yang digarap sendiri itu yang butuh modal paling tidak 50-100 juta untuk 10 hektar," tutup Usamah.

Usamah pun menyebutkan desa-desa madani tersebut terdapat di sejumlah daerah, pertama di Takalar, di Gowa Sulawesi Selatan, di Bengkalis, Kalimantan di Sambas, di Nusa Tenggara Timur (NTT).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini