Ma'ruf Amin Sebut Maraknya Paham Baru Jadi Tantangan NU

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 23:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161565 ma-ruf-amin-sebut-maraknya-paham-baru-jadi-tantangan-nu-eN04uxg3jm.jpg Wapres KH Maruf Amin (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin menghadiri acara hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Keramat Raya, Jakarta Pusat.

Dalam pidatonya Ma'ruf mengatakan, tantangan NU ke depan dalam mengembangkan paham ahlusunah waljamaah semakin berat karena munculnya sejumlah paham-paham baru di masyarakat.

Karena itu, NU dalam pemikirannya yang dipengaruhi oleh tashwirul afkar atau pengembangan pemikiran selalu merumuskan cara berpikir secara moderat, dinamis. "Artinya tidak tekstual tidak liberal dan moderat. Dinamis tidak konservatif. Ini karakteristik cara berpikirnya. Tapi tidak juga liberal, ada metodologi yang ada," ujarnya, Jumat (31/01/2020).

Menurutnya, cara berfikir ini yang harus dikembangkan oleh kader NU. Dengan begitu, bisa mengantisipasi paham yang hanya berfikir secara tekstual.

"Sebab banyak berkembang sekarang cara berpikir tekstualis (stagnansi berfikir) statis dalan teks-teks saja yang disebut kesesatan dalam agama dan kebodohan dalam memahami apa yang dimaksud ulama terdahulu dan ulama salaf," ujarnya.

"Ini yang harus kita kembangkan dan kita jaga. Apalagi dengan banyak cara berpikir radikalis, cara penafsiran yang banyak menyimpang," sambungnya.

Baca Juga : Harlah PBNU, Said Aqil Bicara Tentang Ekonomi Global

Di sisi lain, NU juga memiliki semangat untuk membangun perekonomian. Menurutnya hal itu perlu dilakukan dalam rangka mengembangkan kemampuan ekonomi umat terutama ekonomi lemah.

"Dan ini jadi komitmen perjuangan NU yang harus terus dijaga dan dikembangkan," ungkap Ma'ruf.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini