Keluarga Pendiri Negara Rakyat Nusantara Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Respons Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161466 keluarga-pendiri-negara-rakyat-nusantara-ajukan-penangguhan-penahanan-ini-respons-polri-7Y9ksHX6PB.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Adi Saputra. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Pihak keluarga Yudi Syamhudi Suyudi, pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara, mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan tindak pidana makar.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan, bahwa permintaan penangguhan penahanan tersebut adalah hak dari seorang tersangka.

"Permohonan penangguhan penahanan itu adalah hak tersangka. Dapat diajukan tersangka atau kuasa hukumnya," kata Asep di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Namun, kata Asep, penahanan seorang tersangka telah melalui pertimbangan dan diskusi matang. Selain itu, penahanan dilakukan untuk proses penyidikan ke depan.

"Semua berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, misal penyidik masih memerlukan pemeriksaan tambahan lanjutan, itu akan dipertimbangkan," ujar Asep.

Tak hanya itu, Asep menekankan, penahanan tersangka juga untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

"Dengan alasan-alasan tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatannya, kemudian tidak merusak barang bukti. Tentunya penyidik akan mempertimbangkan," ucap Asep.

Viral Negara Rakyat Nusantara Ingin NKRI Dibubarkan (foto: Youtube/Ist)

Bareskrim Polri menangkap Yudi Syamhudi Suyudi, seseorang yang mengaku pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara. Tersangka ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana makar.

Pernyataan Yudi yang diduga makar dan menyebarkan berita bohong adalah sebagai berikut :

Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang kita perjuangkan yang mewakili rakyat-rakyat bangsa-bangsa nusantara yang sebelumnya sudah ada sebelum NKRI.

 

Mengajak untuk membubarkan NKRI dan akan menggantikan dengan negara rakyat nusantara. NKRI sekarang sudah mengalami kebuntuan dan sangat kritis kalo bisa dibilang sistem NKRI sistem yang telah membusuk. Kita nyatakan mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI”.


Baca Juga : Bareskrim Diminta Tangguhkan Penahanan Pendiri Negara Rakyat Nusantara

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 110 KUHP Jo Pasal 107 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.


Baca Juga : Pernyataan Bubarkan NKRI Negara Rakyat Nusantara Diklaim Sebagai Bahan Penelitian

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini