WHO Tetapkan Virus Korona Darurat Global, Kemenkes: Kewaspadaan Ditingkatkan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161408 who-tetapkan-virus-korona-darurat-global-kemenkes-kewaspadaan-ditingkatkan-xcfd0KQOtM.jpg Petugas memindai suhu tubuh penumpang pesawat dari luar negeri sebagai pencegahan masuknya virus korona. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona jadi darurat global. Mengacu pengumuman itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan di Tanah Air untuk mencegah penyakit yang berasal dari Wuhan, China itu.

"Dengan adanya pengumuman ini, perlu ditingkatkan lagi. Misalnya di bandara ada tambahan personel untuk memantau, di rumah sakit untuk meningkatkan lagi kewaspadaannya," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kemenkes, Endang Budi Hastuti di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Endang mengaku pihaknya sudah mempersiapkan diri mengantisipasi penyebaran virus korona, bahkan sebelum pengumuman darurat global dari WHO.

"Kami dari Kemenkes sudah mempersiapkan diri sebelum ada pengumuman ini. Indonesia siap untuk menghadapi masuknya virus ini," ujarnya.

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Hingga 30 Januari 2020, sudah ada 19 orang di Indonesia yang diperiksa karena diduga terjangkit virus korona. Sembilan orang dinyatakan negatif, dan 10 lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Semua pasien masuk dalam kriteria pengawasan.

"Dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan maupun rumah sakit, hingga kini pasien yang masuk dalam kriteria pengawasan ada 19 orang," ucapnya.

Baca juga: Kominfo Ungkap 36 Hoaks Terkait Virus Korona

Jumlah korban meninggal akibat virus korona terus bertambah menjadi 213 jiwa di China. Laporan CGTN, media TV China yang mengutip otoritas kesehatan China, jumlah yang terinfeksi virus korona mencapai 9.692 orang.

WHO menyatakan darurat kesehatan global terkait wabah virus korona. "Alasan utama penyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China, tetapi apa yang terjadi di negara lain," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir laman WHO.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini