KPK Kehilangan Jejak Harun Masiku di PTIK, Polri: Jangan Berspekulasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161384 kpk-kehilangan-jejak-harun-masiku-di-ptik-polri-jangan-berspekulasi-h8qhtBMYvf.jpg Kabagpenum Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra (foto: Okezone/ M Rizky)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kehilangan jejak eks Caleg PDIP Harun Masiku di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat hendak menangkap ketika menggelar operasi tangkap tangan (OTT).

Kepala Bagian Penerangan Umum Masyarakat (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra meminta kepada seluruh pihak untuk tidak berandai-andai terkait dengan keberadaan Harun Masiku.

Baca Juga: KPK Sempat Deteksi Harun Masiku di PTIK saat OTT, tapi Kehilangan Jejaknya 

"Kita jangan berspekulasi. Tentunya kita tunggu," kata Asep di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Foto Buron Harun Masiku Dipajang di Situs KPK (tangkapan layar situs KPK)	 

Menurut Asep, seluruh informasi akan terbuka apabila nantinya Harun Masiku sudah tertangkap. Oleh sebab itu, Asep menyebut, pihaknya masih konsen mengejar terduga penyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu.

"Yang fokus utama mencari Harun Masiku, nanti akan menjadi clear kalau Harun Masiku tertangkap," ucap Asep.

Dalam hal ini, Asep kembali menegaskan, Polri sudah serius dalam membantu lembaga antirasuah dalam memburu Harun Masiku.

"Tentunya kepolisian dengan sangat serius membantu KPK mengetahui dan mencari Harun Masiku," tutur Asep.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya mencatat bahwa Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Tetapi, ternyata informasi terbaru yang mengejutkan bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari.

Baca Juga: Harun Masiku Masih Berkeliaran, DPR: Jago Juga yang Ngumpetin 

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020. Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini