Komisi III DPR: Pam Opsus di Gedung Parlemen Sangat Penting

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161272 komisi-iii-dpr-pam-opsus-di-gedung-parlemen-sangat-penting-LdZ9lcud1T.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis diminta merealisasikan keberadaan pengamanan operasi khusus (Pam Opsus), di lingkungan parlemen sebagai tindak lanjut nota kesepahaman (MoU), tentang Peningkatan Pengamanan di Kompleks Parlemen (MPR/DPR/DPD RI).

Diketahui, MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan pada 2018 lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni mengatakan, dirinya sudah menyerahkan dokumen usulan mengenai perlunya keberadaan Pam Opsus kepada Kapolri Idham Azis saat rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Polri, pada Kamis 30 Januari 2020.

“Saat rapat kerja kemarin saya serahkan secara langsung dokumen usulan Pam Opsus kepada Kapolri. Saya mengingatkan kembali apa yang sudah disepakati antara DPR dengan Polri lewat MoU berkaitan dengan operasi khusus sebagai bagian dari pengamanan di lingkungan parlemen,” kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (31/1/2020).

Gedung DPR

Wakil rakyat asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini juga menekankan, bahwa Pam Opsus sangat diperlukan dalam menunjang kinerja anggota parlemen sehingga dibutuhkan pengaman ketat di bawah kendali satuan Brigade Mobil (Brimob) Polri.

Alasan Brimob sebagai satuan tugas pengendali opsus, menurut Sahroni tidak lepas dari tugas-tugas taktis yang selama ini melekat pada Brimob. Namun di sisi lain, ia menekankan personel Brimob yang bertugas sebagai Pam Opsus harus tetap menunjukkan sisi humanis layaknya filosofi Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Seperti disampaikan Kapolri, meski tegas namun tidak menghilangkan pendekatan humanis dalam menjalankan peran atau tugasnya,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Bambang Soesatyo yang turut menandatangi MoU tersebut dalam keterangannya saat menjabat Ketua DPR RI mengungkapkan, bahwa MoU ini merupakan bagian dari sinergitas antara DPR RI dan Polri dalam menjaga keamanan di Kompleks Parlemen.

“Peningkatan keamanan ini karena tingginya potensi gangguan di Kompleks Parlemen, ini dalam rangka meningkatkan keamanan bukan dari kritik dan imunisasi. Ini telah lama kita bahas sejak ada berbagai peristiwa bom-bom bunuh diri beberapa waktu lalu," kata Bamsoet.

 DPR RI

Lebih jauh, Bamsoet sampaikan bahwa pembahasan terkait MoU ini sudah lama dilakukan melalui rapat-rapat di Komisi III dan Badan Legislasi DPR. Mengingat ancaman serius pernah terjadi di Kompleks Parlemen, seperti ancaman bom.

“Melalui rangkaian cukup panjang melalui rapat-rapat Komisi III dan Baleg, akhirnya pada hari ini kesepahaman MoU ini segera terlaksana," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini