Pernyataan Bubarkan NKRI Negara Rakyat Nusantara Diklaim Sebagai Bahan Penelitian

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161267 pernyataan-bubarkan-nkri-negara-rakyat-nusantara-diklaim-sebagai-bahan-penelitian-vI2Brhxr1I.jpg Screenshoot saat Negara Rakyat Nusantara ingin membubarkan NKRI (Foto: Ist)

JAKARTA - Pernyataan dari pendiri sekaligus Presiden Negara Rakyat Nusantara Yudi Syamhudi Suyudi soal bubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diklaim sebagai bahan penelitian.

Klaim itu diutarakan oleh rekan Yudi, Hartsa Mashirul, saat ikut mengajukan permohonan penagguhan penahanan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

"Itu cara mas Yudi mendekati saudara sebangsa yang tidak percaya atau tidak mau adanya pemerintahan Indonesia," kata Mashirul.

Menurutnya, pernyataan Yudi di video yang tersebar itu, merupakan strategi rekannya untuk masuk ke dalam kelompok yang ingin melepaskan diri dari NKRI. Jika sudah diterima kelompok tersebut, katanya, Yudi nantinya akan mewawancarai alasan kelompok tersebut ingin memisahkan diri dari NKRI.

Baca Juga: Pendiri Negara Rakyat Nusantara Ditangkap karena Diduga Makar

"Mas Yudi ikut dan seolah-olah kaya mereka sehingga bisa wawancara dan mendapatkan info yang jadi dasar penelitian," ujar dia.

Bahkan, Mashirul berdalih, yang dilakukan Yudi adalah bentuk kecintaannya terhadap NKRI. Jika nantinya berhasil masuk dalam kelompok anti NKRI, dirinya akan membuat resolusi agar kelompok ini dapat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Video itu hanya pintu masuk penelitian beliau. Sebab jika dengan cara normal siapa yang terima. Itu hanya memancing agar menerima mas Yudi sehingga mereka mencurahkan hati mereka yang berpikiran ingin memisahkan diri dari Indonesia. Ini kasian kan mas Yudi niatnya baik. Itu kan ikut membela negara," papar dia.

Baca Juga: Viral Negara Rakyat Nusantara Ingin NKRI Dibubarkan, Ini Faktanya

Mashirul yang merupakan rekan organisasi yang digeluti Yudi yakni UNWCI Indonesia ini menuturkan bahwa video yang saat ini dipermasalahkan adalah video dari tahun 2015.

Untuk itu, ia menyebut bahwa tuduhan makar yang disangkakan terhadal Yudi tak benar adanya. Sebab dari tahun 2015, tak ada gerakan selanjutnya yang membuktikan bahwa Yudi ingin melakukan perbuatan makar.

"Itu kan video dari tahun 2015 dan mas Yudi gak ada gerakan selanjutnya dan tidak ada mas Yudi punya rakyat dan senjata maupun menggulingkan. Lima tahun gak ada apa-apa dan mas Yudi sendiri lupa telah mengupload video tersebut," tutur dia.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini