Bagikan Sertifikat di Kulonprogo, Presiden Jokowi: Harus Dijaga dan Dirawat

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 31 Januari 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 337 2161190 bagikan-sertifikat-di-kulonprogo-presiden-jokowi-harus-dijaga-dan-dirawat-tyT0fweLcg.jpg Presiden Jokowi di Kulonprogo (Foto: Dok. Biro Pers Kepresidenan)

KULONPROGO - Presiden Joko Widodo membagikan 2.000 sertifikat tanah kepada warga DIY di Gedung Taman Budaya Kulonprogo, Jalan Kawijo, Pengasih, Kulonprogo, Jumat (31/1/2020). Selain membagikan setifikat, presiden juga akan meresmikan underpas YIA dan melihat progress pembangunan bandara YIA.

Pantauan Okezone, begitu masuk ke Taman Budaya, Presiden langsung menyapa masyarakat. Jokowi terlihat begitu dekat dengan masyarakat penerima sertifikat yang hadir dalam penyerahan.

Melihat antusias warga yang ingin mengabadikan moment ini, presiden justru meminta HP masyarakat untuk dipakai untuk ber-selfie bersama. Ikut mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama, Menteri Sekretaris Kabinet Pratikno, dan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil.

Nampak ikut hadir dalam pertemuan ini, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dan Wagub Pakualam X dan juga Bupati Kulonprogo Sutedjo.

“Hari ini, akan diserahkan 2.000 sertifikat kepada warga di lima kabupaten/Kota di DIY,” terang Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Jalil.

Jokowi

Baca Juga: Jokowi Serahkan 3.218 Sertifikat Hak Atas Tanah di Kulon Progo

Secara simbolis, penyerahan sertifikat ini diberikan kepada 12 orang perwakilan warga. Selesai menyerahkan presiden memberikan sambutan dan banyak bercanda dengan warga.

“Ini bukti hak atas kepemilikan tanah yang harus dijaga dan dirawat," tutur presiden.

Program PTSL dilakukan karena masih banyak warga yang belum memiliki sertifikat tanah. Pada 2015 hanya sekitar 46 juta bidang tanah yang bersertifikat dari 126 juta bidang tanah. Sementara setiap tahun BPN hanya bisa memproduksi sekitar 500 ribu. Sehingga kekurangan 80 juta bidang tanah diselesaikan secara reguler akan selesai dalam 160 tahun.

“Siapa yang mau menunggu selama 160 tahun,” tutur presiden.

Presiden juga meminta warga merawat sertifikat yang ada dengan memasukkan ke dalam plastik dan memfotocopy. Tujuannya agar ketika hilang, dengan bukti fotocopi akan lebih mudah diproses kembali.

“Kalau hilang, ada fotocopy akan gampang mengurus kembali. Kalau fotocopy hilang, bisa di-copy lagi,” terangnya.

Jokowi juga meminta warga untuk tidak perlu malu menjadikan sertifikat untuk agunan. Namun pengajuan kredit harus hati-hati, dan dipakai untuk tujuan ekonomi.

“Kalau disekolahkan harus untuk kegiatan ekonomi,” seloroh Jokowi.

Seperti kegiatan sebelumnya, Jokowi juga melakukan tanyajawab dengan perwakilan warga. Setidaknya ada tiga warga yang beruntung mendapatkan sepeda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini