nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 19:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 30 337 2160846 kejagung-periksa-5-saksi-terkait-kasus-jiwasraya-iIj8acBWVH.jpg PT Asuransi Jiwasraya (Okezone.com/Arif)

JAKARTA – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lima saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya, Kamis (30/1/2020), untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap tersangka perkara tersebut.

Kelima saksi itu adalah, Angelique Dewi Daryanto dari Konsultan Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan PT Prima Wahana Caraka (PWC); M Jusuf Wibisana dari PT Prima Wahana Caraka; Dicky Kurniawan dari PT Asuransi Jiwasraya; Ony Ardyanto dari PT Auransi Jiwasraya; serta Daniel Halim, Direktur Keuangan dan Investasi Wana Artha Life.

Baca juga: Kejagung Segera Umumkan Tersangka Baru Kasus Jiwasraya

"Kegiatannya masih pemeriksaan saksi," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan.

Febrie mengungkapkan, saksi itu ada yang ditanya seputaran soal hasil audit, ada adapula yang diselisik dari sisi keuangannya.Ilustrasi

"Ya masih tentang kalo dari PWC kan dari hasil auditnya. Terus kalau asuransi ini seputar mengenai tentang pertanggung jawaban keuangan dari sisi akuntansinya, kegiatannya itu," ujar dia.

Kejaksaan Agung sudah menetapkan lima tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan.

Baca juga: DPR: Bongkar Selebar-lebarnya Skandal Jiwasraya

Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun itu, Kejaksaan Agung sebelumnya menyebut adanya 13 perusahaan yang memiliki masalah investasi berkaitan dengan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini