nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Penipuan Putri Kerajaan Arab Ternyata Ibu dan Anak

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 16:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 30 337 2160761 pelaku-penipuan-putri-kerajaan-arab-ternyata-ibu-dan-anak-FxWAx7vKMT.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan, dua tersangka yang menipu putri Kerajaan Arab Saudi, Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud, seorang ibu dan anak.

Polisi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penipuan investasi pembangunan vila di Bali tersebut. Mereka adalah EAH dan EMC. Untuk EAH telah dilakukan penangkapan, sedangkan EMC masih dalam pengejaran.

"Kami temukan sesuai dengan yang disampaikan tersangka 1, yakni EMC adalah ibunya," kata Argo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku yang Tipu Putri Arab Rp512 Miliar di Bali

Argo menjelaskan, laporan penipuan yang menyeret Putri Arab Saudi tersebut sebelumnya telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan ahli dalam proses gelar perkara.

Putri Arab Foto: Ist

Setelah dilakukan rangkaian tersebut, polisi akhirnya menemukan keterlibatan dua orang tersebut dalam melakukan penipuan. Namun, dua tersangka itu tidak kooperatif ketika dipanggil penyidik Polri hingga diputuskan melakukan pengejaran terhadap dua tersangka itu.

"Setelah dilakukan pemanggilan terhadap TSK dia tak kooperatif. Kenapa, dipanggil tidak datang, tidak ada yang respons dari TSK. Kemudian, kami temukan yang bersangkutan inisial EAH di sebuah hotel di Jakarta," papar Argo.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga: Bareskrim Blokir Rekening Tersangka Penipuan Putri Kerajaan Arab Saudi

Putri Arab, Princes Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud menjadi korban penipuan seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka sekitar USD36 juta atau Rp512 miliar lebih. 

Dalam hal ini, korban telah mengirimkan uang sebesar USD36.106.574,84 atau sebesar Rp505.492.047.760 sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

Uang itu untuk pembelian tanah dan pembangunan Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Namun, pembangunan belum selesai sampai 2018. Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, telah melakukan penilaian atas nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan. Lalu, didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Kemudian, tanah dan vila tersebut akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan vila masih atas nama tersangka.

Selain itu, pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD500.000 kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini