nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaksa Ungkap Peran Taufik Hidayat di Sidang Aspri Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 16:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 30 337 2160729 jaksa-ungkap-peran-taufik-hidayat-di-sidang-aspri-imam-nahrawi-mJNnntQ5Dg.jpg Sidang Miftahul Ulum, Asisten Pribadi mantan Menpor Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran mantan pebulutangkis Taufik Hidayat dalam perkara dugaan gratifikasi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum. 

Taufik Hidayat disebut berperan dalam penyerahan uang untuk Imam Nahrawi. Peran menantu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agum Gumelar itu terungkap dalam dakwaan Miftahul Ulum, yang dibacakan JPU KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Keterlibatan Taufik Hidayat terjadi saat ia membantu mantan Pejabat Pembuat Komitmen program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Kemenpora, Edward Taudan Pandjaitan alias Ucok untuk menyerahkan uang kepada Imam Nahrawi.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Suap Rp26,5 Miliar

Jaksa Ronald Worotikan menjelaskan, awalnya, Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Kemenpora, Tommy Suhartanto menyampaikan kepada Ucok bahwa Imam Nahrawi meminta disiapkan uang. Imam Nahrawi disebut meminta disiapkan uang sebesar Rp1 miliar.

"Kemudian, Tommy Suhartanto meminta kepada Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok menyiapkan uang sejumlah Rp1 miliar untuk diserahkan kepada Imam Nahrawi melalui terdakwa (Miftahul Ulum)," kata Ronald, saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Taufik Hidayat

Kemudian, Ucok menyiapkan permintaan dana tersebut dengan mengambil anggaran Program Satlak Prima. Selanjutnya, Tommy meminta Reiki Mamesah selaku Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima Kemenpora untuk mengambil uang itu dari Ucok.

Setelah mengantongi uang dari Ucok, Reiki tidak langsung memberikan kepada Imam Nahrawi. Kata Jaksa, uang itu justru diserahkan kepada Taufik Hidayat. Penyerahan uang itu, terjadi di kediaman Taufik Hidayat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Kemudian, uang sejumlah Rp1 miliar tersebut diberikan Taufik Hidayat kepada Imam Nahrawi melalui terdakwa di rumah Taufik Hidayat," kata Ronald.

Baca Juga: Asisten Pribadi Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Sekadar informasi, Ulum didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar bersama Imam untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Setidaknya, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap Ulum.

Pertama, terkait proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kedua, proposal terkait dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Selain itu, Ulum juga didakwa menerima gratifikasi bersama Imam Nahrawi berupa uang sebesar Rp8,6 miliar. Uang itu diterima Ulum saat Imam menjabat sebagai Menpora dalam rentang waktu 2014 hingga 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini