Dicecar DPR, Kapolri Tegaskan Sudah Bentuk Tim Selidiki Pengakuan Luthfi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 337 2160687 dicecar-dpr-kapolri-tegaskan-sudah-bentuk-tim-selidiki-pengakuan-luthfi-OyoiPJMKiX.JPG Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan sudah membentuk tim untuk menyelidiki pengakuan Luthfi Alfiandi (20), demonstran pembawa bendera merah putih yang mengaku disiksa polisi saat menjalani pemeriksaan.

“Saya sudah bentuk tim untuk Luthfi itu,” kata Idham menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi III DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Ia menegaskan, kalau pengakuan Luthfi tersebut benar, anggota Polri yang melakukan penyiksaan akan diproses hukum.

Idham mencontohkan saat tewasnya mahasiswa dalam aksi demo tolak RKUHP di Kendari, Sultra. Saat itu, ia mengaku menghukum anggota yang bersalah.

“Itu saya sudah hadirkan Kadiv Propam di semua kasus. Ketika terjadi kasus di Kendari, ada mahasiswa yang mati, saya buka dan tidak perlu kita ragu. Kalau memang anggota salah, harus kita tunjukkan salah,” tutur Idham.

Komisi III DPR RI rapat kerja dengan Polri. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

Meski begitu, Idham juga sudah menyampaikan kepada Lutfi dan pengacaranya, jika pengakuan tersebut tak benar maka ada konsekuensi hukum.

“Sehingga kita fair-fair saja. Kalau nanti hasil pemeriksaannya memang dia melanggar, anggotanya nanti kita proses. Kalau tidak, tentu kita juga akan merehabilitasi,” tutur Idham.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR mencecar Kapolri terkait pernyataan Luthfi yang mengaku disiksa polisi. Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari, mengatakan jika pernyataan Luthfi benar, oknum yang bersangkutan harus ditindak tegas.

“Jika kalau pun terjadi, harus ada pengusutan dan ditindaklanjuti secara hukum,” tuturnya.


Baca Juga : Luthfi Demonstran Pembawa Bendera Divonis Hari Ini

Sebagaimana diketahui, Luthfi mengaku disetrum oleh penyidik agar mengaku melempar batu ke polisi saat aksi pelajar tolak RKUHP di Gedung DPR. Hal itu dikatakannya saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 20 Januari 2020.


Baca Juga : Rapat dengan Kapolri, Komisi III Soroti Pernyataan Luthfi yang Mengaku Disiksa Polisi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini