nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asisten Pribadi Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp11,5 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 14:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 30 337 2160654 asisten-pribadi-imam-nahrawi-didakwa-terima-suap-rp11-5-miliar-xH0lwpmLHP.jpg Asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disidang di PN Tipikor Jakarta, Kamis (30/1/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Asisten pribadi (aspri) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, didakwa menerima suap Rp11,5 miliar oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia didakwa menerima suap bersama-sama dengan Imam Nahrawi.

Jaksa menyebut, uang yang diterima Miftahul Ulum berasal dari mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy; dan Bendahara Umum (Bendum) KONI, Johnny E Awuy.

"Terdakwa bersama-sama dengan Imam Nahrawi telah menerima hadiah berupa uang seluruhnya sejumlah Rp11.500.000.000," kata Jaksa KPK, Ronald F Worotikan, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Jaksa menduga uang Rp11,5 miliar dari dua petinggi KONI tersebut diberikan untuk mempercepat persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat ke Kemenpora pada tahun anggaran 2018. Uang itu, kata Jaksa, bertentangan dengan kewajiban Imam Nahrawi sebagai Menpora.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," ucap jaksa.

Asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum disidang di PN Tipikor Jakarta, Kamis (30/1/2020). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Jaksa membeberkan, Miftahul Ulum bersama-sama dengan Imam Nahrawi menerima fee dari Ending Fuad Hamidy dan Johnny E Awuy terkait sejumlah proposal yang diajukan KONI.

Proposal itu terkait bantuan dana hibah pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Kemudian, terkait proposal dukungan KONI Pusat untuk pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.


Baca Juga : KPK Cecar Eks Ketua KONI Tono Suratman Terkait Pengajuan Dana Hibah

Atas perbuatannya, Miftahul Ulum didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Baca Juga : Imam Nahrawi Segera Disidang Terkait Kasus Dana Hibah KONI

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini