Rapat dengan Kapolri, Komisi III Soroti Pernyataan Luthfi yang Mengaku Disiksa Polisi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 337 2160610 rapat-dengan-kapolri-komisi-iii-soroti-pernyataan-luthfi-yang-mengaku-disiksa-polisi-adpD2nRmWF.jpg Komisi III DPR RI rapat kerja dengan Polri. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari turut menyoroti pengakuan demonstran pembawa bendera merah putih, Luthfi Alfiandi (20), disiksa polisi saat menjalani pemeriksaan.

Hal tersebut dipaparkan Taufik saat rapat kerja antara Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Idham Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

“Beberapa waktu lalu kita sempat mendengar pengakuan dari salah seorang terdakwa, dalam kasus demonstrasi yang lalu. Di pengadilan yaitu atas nama Luthfi. Yang bersangkutan mengaku alami penyiksaan dalam proses pemeriksaan,” ujar Taufik.

Komisi III DPR RI rapat kerja dengan Polri. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

Sebelumnya, saat sidang Luthfi mengaku mendapatkan tindakan kekerasan oleh oknum polisi guna mengakui perbuatannya melawan hukum saat demo pelajar tolak RKUHP di depan Gedung DPR RI pada 30 September 2019.

Menurut Taufik, seharusnya Polri dapat ke depan menjamin tak ada lagi penyiksaan, sebagaimana pengakuan Luthfi. Jika ada, oknum tersebut harus ditindak tegas.

“Artinya ada kewajiban bagi negara untuk jamin tidak ada lagi praktik penyiksaan. Jika kalaupun terjadi, harus ada pengusutan dan ditindaklanjuti secara hukum,” tuturnya.

Sementara, anggota Komisi III lainnya yaitu Aboe Bakar Al Habsyi mengaku sudah berusaha menjadi penjamin agar Luthfi tak ditahan. Namun, usahanya itu tak membuahkan hasil.

Aboe kemudian meminta Kapolri Jenderal Idham Azis dapat menangani serius pengakuan Luthfi yang disetrum polisi saat menjalani pemeriksaan.

Dede Luthfi Alfiandi, Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Jalani Sidang Tuntutan di PN Jakpus (Foto : Okezone.com/Fadel P)

“Ini harus jadi atensi. Masa anak STM disetrum gimana ceritanya. Kenapa terjadi seperti ini? Saya pikir tolong beri penjelasan khusus,” tuturnya.

Sebelumya Luthfi mengaku disetrum oleh penyidik agar mengaku melempar batu ke polisi saat aksi pelajar tolak RKUHP di Gedung DPR. Hal itu dikatakannya saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 20 Januari 2020.


Baca Juga : Luthfi Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Dituntut 4 Bulan Penjara

Dalam kasus ini, jaksa menuntut Luthfi dengan hukuman empat bulan penjara karena dinilai melanggar Pasal 218 KUHP. Sidang vonis Luthfi sendiri akan digelar siang nanti.


Baca Juga : Luthfi Demonstran Pembawa Bendera Divonis Hari Ini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini