Politikus Partai Berkarya Vasco Ruseimy Dipanggil KPK Terkait Korupsi Proyek di Kemenag

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 337 2160526 politikus-partai-berkarya-vasco-ruseimy-dipanggil-kpk-terkait-korupsi-proyek-di-kemenag-qSWOnSgdT9.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Berkarya, Vasco Ruseimy dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun anggaran 2011.

Sedianya, Vasco akan dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai Pegawai PT Berkah Lestari Indonesia. Ia diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Undang Sumantri (USM).

Baca Juga: Politikus Golkar Fahd El Fouz Dipanggil KPK Terkait Korupsi di Kemenag 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka USM," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2020).

Gedung KPK (foto: Okezone) 

Selain Vasco, KPK juga memanggil satu saksi lainnya yakni, pihak swasta Tofan Maulana. Tofan juga bakal diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Undang Sumantri.

Sebelumnya, Politikus Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fadh A Rafiq yang merupakan mantan terpidana dalam perkara ini menyebut adanya pihak-pihak lain yang terlibat. Salah satu yang disebut Fahd terlibat yakni Vasco Ruseimy.

"Iya itu kan, semua kan, Syamsurachman, Vasco, nama-nama pejabat kementerian lain sudah saya sebutkan semua. Tinggal sekarang baru Pak Undang, sekarang tinggal pengusahanya kan," ujar Fahd usai diperiksa KPK.

Fahd El Fouz merupakan mantan narapidana dalam kasus ini. Fahd divonis bersalah bersama-sama dengan politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia, telah terbukti menerima uang senilai total Rp 14,3 miliar dari Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus.

Baca Juga: Korupsi Alquran, Fahd A Rafiq Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta 

Dari jumlah tersebut, Fahd menerima total Rp 3,4 miliar. Uang korupsi tersebut berkaitan pengadaan barang dan jasa di Kemenag tahun anggaran 2011.

Dalam pengembangan perkaranya, KPK menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen Ditjen Pendis Kemenag, Undang Sumantri sebagai tersangka. Undang diduga diperintahkan agar mengarahkan serta menentukan pemenang paket-paket pengadaan di Dirjen Pendis.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini