Jaksa KPK Selisik Utang-Piutang Eks Dirut PT INTI dengan Mantan Dirkeu AP II

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 337 2160324 jaksa-kpk-selisik-utang-piutang-eks-dirut-pt-inti-dengan-mantan-dirkeu-ap-ii-3aTj6YKPIs.jpg Suasana sidang lanjutan kasus proyek antar-BUMN (Foto : Okezone.com/Arie DS)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Endang Suherman, yang merupakan sopir mantan Dirut PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap proyek pengadaan Baggage Hadling System (BHS) yang dikelola oleh PT Angkasa Pura.

Endang bersaksi untuk terdakwa Darman Mappangara dan mantan Dirut PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Y Agussalam. Dalam persidangan, Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menelisik Endang soal utang-piutang antara Darman dengan Andra.

"Uang yang saudara kasih 2 kali itu apa tahu ada hubungannya dengan utang-piutang?" tanya salah seorang Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Kemudian Endang mengaku mengetahui bahwa Darman memang memiliki utang ke Andra. Kata Endang, permasalahan utang itu diketahui setelah dia melakukan perbincangan dengan Darman.

"Tahu. Karena beliau (Darman) bilang untuk bayar utang, 'saya sudah ditagih utang sama Pak Andra'," ujar Endang menirukan pernyataan Darman.

Jaksa kembali mencecar Endang soal utang-piutang Darman dengan Andra. Kepada Jaksa, Endang mengaku bahwa pembicaraan itu dilakukan di dalam mobil

"Dimana pembicaraan itu?" tanya Jaksa

"Di mobil pak, cuma kalau untuk itu saya enggak langsung nanya, cuma beliau yang bilang ke saya," ucap Endang.

Baca Juga : Kongkalikong Utang-Piutang Proyek Antar-BUMN Terungkap di Persidangan

Endang menyebut, pembicaraan itu berlangsung saat dirinya hendak mengantarkan uang yang pertama kalinya pada April 2019. Saat itu, kata Endang, dia diperintah Darman untuk membayarkan utangnya ke Andra.

"Saya minta tolong anterin uang ke Pak Andra, uang untuk pembayaran utang," ujar Endang.

Kendati demikian, Endang mengaku tidak tahu besaran utang Darman yang harus dibayarkan kepada Andra. Dia menyebut, tidak menanyakan hal itu secara rinci. "Saya enggak tahu," klaim Endang.

Dalam perkara ini, Mantan Direktur Keuangan (DirKeu) PT Angkasa Pura II, Andra Yastrialsyah Agussalam didakwa menerima suap sebesar 71.000 Dolar Amerika Serikat dan 96.700 Dolar Singapura. Uang itu diduga berasal dari mantan Dirut PT INTI, Darman Mappangara.

Uang tersebut diduga diterima Andra untuk mengupayakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) agar menjadi pelaksana pekerjaan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS).

Atas perbuatannya, Andra didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini