Penarikan Jaksa-Polisi KPK di Tengah Kasus Suap Wahyu Setiawan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 337 2160090 penarikan-jaksa-polisi-kpk-di-tengah-kasus-suap-wahyu-setiawan-1PJ1T5XcfH.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan karena adanya polemik penarikan Jaksa, dan anggota Polri ke institusi asalnya. Ditariknya anggota Polri dan Jaksa itu bertepatan saat KPK mengusut kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW), yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.

Sebanyak empat Jaksa yang bekerja di lembaga antirasuah ditarik ke institusi asalnya yakni Kejaksaan Agung (Kejagung). Keempatnya yakni, Yadyn, Sugeng, Pulung Rinandoro dan Dwi Aries Sudarto.

Pulung Rinandoro dan Dwi Aries Sudarto memang telah habis masa tugasnya di lembaga antirasuah. Namun, Yadyn dan Sugeng disebut-sebut baru habis masa tugasnya di KPK pada 2022. Penarikan Yadyn dan Sugeng lebih cepat dua tahun dari masa penugasannya.

 Baca juga: Komisioner KPU Sumsel Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan

Pelaksana Tugas (Plt) Jubir KPK, Ali Fikri mengamini adanya empat Jaksa yang dipanggil untuk kembali ke Kejagung. Ali membeberkan, Jaksa Pulung dan Jaksa Dwi Aries kembali ke Kejagung karena habis masa tugasnya.

 KPK

Sementara dua Jaksa lainnya yakni, Yadyn dan Sugeng, dikatakan Ali, ditarik oleh Kejagung karena adanya kebutuhan dari institusi asalnya.

"Pak Pulung dan Mas Aris itu habis masa kerja 10 tahun. Yang dua lagi karena ada pemanggilan dari Kejagung untuk kebutuhan organisasi," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2020).

Selain Jaksa, ada tiga polisi yang ditugaskan di KPK juga ditarik kembali ke instansi asalnya. Mabes Polri membenarkan adanya penarikan terhadap anggotanya yang ditugaskan di KPK.

Baca juga: Kapolri: Kami Bantu Penuh KPK Cari Harun Masiku

 

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menjelaskan, hingga saat ini baru dua anggota Polri yang sudah resmi ditarik. Sementara satu anggota lainnya, masih dalam pengkajian.

"Yang dua orang (penyidik) positif sudah dipulangkan," kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Januari 2020.

 Korupsi

Satu anggota Polri yang ditarik Korps Bahyangkara disebut-sebut yakni, Kompol Rosa. Namun, Rosa masih dipertimbangkan kembali untuk ditarik kembali ke Polri karena masa tugasnya baru habis 23 September 2020. Selain Rosa, ada satu anggota Polri lainnya yakni, Hendra yang bakal ditarik.

Ali Fikri menyangkal penarikan Jaksa dan Anggota Polri oleh instansinya masing-masing berkaitan dengan kasus suap penetapan Anggota DPR PAW. Ditekankan Ali Fikri, penarikan Jaksa dan Anggota Polri karena memang kebutuhan instansinya masing-masing.

"Jadi pengembalian itu kebutuhan organisasi baik dari Kepolisian atau Kejagung dimana tentunya ada pegawai tetap yang dipekerjakan ada jaksa dan polisi yang bertindak sebagai penyidik di KPK. Jadi pemanggilan lagi di sana untuk Kejaksaan dan Kepolisian untuk organisasi," ujar Ali Fikri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini