Komisi III Akan Pertanyakan Soal Pencopotan Dirjen Imigrasi saat Rapat dengan Menkumham

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 337 2160061 komisi-iii-akan-pertanyakan-perihal-pencopotan-dirjen-imigrasi-saat-rapat-dengan-menkumham-AN9RUN5oyF.jpg Ketua Komisi III DPR, Herman Herry (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry turut berkomentar mengenai pencopotan Ronny Franky Sompie dari jabatannya Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly.

Kata Herman, pencopotan Ronny tersebut bakal ditanyakan oleh Komisi III DPR saat rapat kerja dengan Menkumham Yasonna pada awal Februari mendatang.

“Untuk lebih jelasnya, kita akan bersama-sama dengar keterangan Menkumham pada Rapat Kerja dengan Komisi III yang akan diagendakan minggu depan,” kata Herman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

 Baca juga: Komisioner KPU Viryan Diselisik KPK Soal Proses PAW Harun Masiku

Usai mencopot Ronny, Yasonna menunjuk Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Imigrasi. Jhoni pun mendapat tugas untuk mengusut keterlambatan delay sistem kepulangan tersangka KPK Harun Masiku melalui tim indenpenden.

Herman pun sangat mendukung adanya pembentukan tim tersebut. Langkah ini dianggapnya memiliki tujuan agar tak ada konflik interest.

“Langkah ini bertujuan agar tidak terjadi konflik kepentingan, antara tim independen dan Dirjen Imigrasi dalam pengusutan hal tersebut,” bebernya.

Baca juga: Jabat Plh Dirjen Imigrasi, Jhoni Ginting Ditugasi Usut Kedatangan Harun Masiku

 

Tak lupa dia meminta agar Menkumham agar segera melaporkan hasil kerja tim independen ini secara terbuka kepada publik. Dengan harapan kejadian error sistem seperti ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang.

Disisi lain, Herman menilai pencopotan Ronny dari jabatannya sudah sangat tepat. Karena dianggap telah menimbulkan kontroversi dan polemik di masyarakat.

“Saya menilai langkah Menkumham sudah tepat. Selain karena telah menimbulkan kontroversi dan polemik di tengah masyarakat,” tandas Herman.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini