nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisioner KPU Sumsel Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 12:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 29 337 2160011 komisioner-kpu-sumsel-diperiksa-kpk-terkait-kasus-suap-wahyu-setiawan-l6X8caDPDz.png Komisioner KPU Sumsel, Kelly. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), Dra Kelly Mariana dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan (KPK). Kelly dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Kelly akan dimintai keterangannya untuk penyidikan tersangka Saeful (SAE).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/2020).

Kelly telah datang memenuhi panggilan pemeriksaan pada siang hari ini. Ia datang mengenakan baju terusan berwarna hitam dengan didampingi oleh seorang wanita.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses PAW di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

(Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Namun, saat ini KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya atau senilai Rp200 juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini