nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: Kami Bantu Penuh KPK Cari Harun Masiku

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 12:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 29 337 2159982 kapolri-kami-bantu-penuh-kpk-cari-harun-masiku-11d5FBQJtp.jpg Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto Divhumas Polri)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan Polri siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memburu dan menangkap Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

"Kami sudah dapat suratnya dan itu akan kami bantu penuh KPK (cari Harun Masiku)," kata Idham usai memimpin Rapat Pimpinan Polri di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Idham mengungkapkan, Polri telah menerima surat dari lembaga antirasuah terkait dengan permintaan pengejaran terhadap Harun Masiku, terduga penyuap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut.

 Harun Masiku

Harun Masiku (Dok KPU)

Setelah menerima surat dan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), Idham Azis menyebut telah menginstruksikan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit untuk mengerahkan kekuatannya mengejar bekas caleg PDIP itu yang sudah melarikan diri selama 21 hari itu.

"Ya kami juga sudah terima surat dari teman KPK saya sudah juga ke Kabareskrim untuk memberikan bantuan penyelidikan terhadap tersangka HM (Harun Masiku)," ujar Idham.

Meskipun siap membantu penuh KPK, Idham belum bisa memberikan perkiraan waktu kapan Harun Masiku akan berhasil diciduk. "Ya namanya juga masih dilidik ya kan," tutur Idham.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya mencatat bahwa Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Tetapi, ternyata informasi terbaru yang mengejutkan bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari.

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini