Jabat Plh Dirjen Imigrasi, Jhoni Ginting Ditugasi Usut Kedatangan Harun Masiku

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 337 2159949 jabat-plh-dirjen-imigrasi-jhoni-ginting-ditugasi-usut-kedatangan-harun-masiku-SZGbQQBNkr.jpg Bandara Soekarno-Hatta (Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly menunjuk Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Imigrasi menggantikan Ronny Franky Sompie.

Setelah resmi menjabat Plh Dirjen Imigrasi berdasarkan Surat Menkumham Nomor M.HH.KP.04.02-13, Jhoni langsung mendapat tugas khusus dari Yasonna.

Jhoni diminta untuk mengusut keterlambatan serta kesimpangsiuran data terkait kedatangan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku ke Indonesia lewat tim independen Kemenkumham.

"Itu tim gabungan sudah diminta. Saya kan itu kan tim gabungan. Surat sudah dikirim, nanti tinggal tunggu personel baru bikin surat perintahnya. Kita turun ke sana, kita audit dia punya IT-nya sama petugasnya, di mana letak-letak yang 12 hari jeda itu," ujar Jhoni saat berbincang dengan Okezone, Rabu (29/1/2020).

 ronny sompie

Ronny Sompie (Okezone)

Pencopotan Ronny Sompie sebagai Dirjen Imigrasi diduga kuat buntut dari kesimpangsiuran serta keterlambatan pemrosesan data perlintasan buronan KPK juga eks caleg PDIP Harun Masiku. Ada jeda sekira 15 hari terkait masuknya data perlintasan Harun Masiku ke Indonesia.

Harun Masiku diketahui pergi ke Singapura menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada 6 Januari 2020 dan telah kembali melalui Bandara Soetta, pada 7 Januari 2020 menggunakan pesawat Batik Air. Namun, pihak Kemenkumham baru mengumumkan kedatangan Harun Masiku pada, 22 Januari 2020, atau 15 hari setelah kepulangannya.

Baca juga: Ronny Sompie Dicopot, Jhoni Ginting Ditunjuk Jadi Plh Dirjen Imigrasi

Harun Masiku tercatat di perlintasan Imigrasi sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Harun pergi ke Singapura bertepatan dua hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. KPK mengamankan Wahyu Setiawan bersama tujuh orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020.

Imigrasi memastikan bahwa belum ada data perlintasan Harun kembali ke Indonesia dari Singapura pada 13 Januari 2020. Setelah beredar rekaman CCTV terkait keberadaan Harun Masiku di Bandara Soetta, tak lama Imigrasi membenarkan bahwa Harun sudah berada di Indonesia.

Jhoni mengaku mendapatkan informasi bahwa ada peningkatan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) di Bandara Soetta pada saat kedatangan Harun Masiku ke Indonesia. Peningkatan SIMKIM itu, kata Jhoni, terjadi sejak 23 Desember 2019 sampai 19 Januari 2020. Oleh karenanya, banyak data orang-orang termasuk Harun yang masuk lewat Bandara Soetta terlambat dilroses.

"Jadi pas kita masuk kan ada foto kita, terus dicap, discan, nah itu masuk di PC (bandara), belum masuk data nya ke server yang di Kanwil imigrasi Bandara yang mendata. Kemudian dari bandara ke SIMKIM yang dipusat. Itu full enggak ada yang masuk. Tapi masih informasi," papar Jhoni

"Nah Harun masuk tanggal 7, tanggal 10 belum ada juga (data). Taunya tanggal 19 masuk di SIMKIM, nah sampai tanggal 19 kan ada 12 hari jeda, itu engga ada di data, Pak Menteri dan Pak Dirjen (Imigrasi) liatnya di SIMKIM. Itulah yang mau diaudit oleh tim gabungan," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini