nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dicopot dari Dirjen Imigrasi, Ronny Sompie Kini Jabat Analis Keimigrasian

Rabu 29 Januari 2020 04:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 29 337 2159830 dicopot-dari-dirjen-imigrasi-ronny-sompie-kini-jabat-analis-keimigrasian-Z0ICW7RVVM.jpg Mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Ronny Franky Sompie (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly telah mencopot Ronny Franky Sompie sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham. Ronny dicopot atas kekeliruan informasi perihal keberadaan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang jadi buronan KPK, Harun Masiku.

Melansir iNews.id, pencopotan Ronny tertuang dalam Surat Menkumham Nomor M.HH.KP.04.02-13 tertanggal 28 Januari 2018. Melalui surat itu, Yasonna sekaligus memberikan tugas baru kepada Ronny sebagai Analis Keimigrasian Utama.

”Sekarang Dirjen Imigrasi sudah di-Plh,” kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

Jabatan Dirjen Imigrasi selanjutnya dipegang Pelaksana Harian (Plh), di mana orang yang ditunjuk mengisi jabatan itu ialah Irjen Kemenkumham, Jhoni Ginting.

Selain Ronny, Yasonna juga mencopot Direktur Sistem dan Teknologi Informasi (Dirsistik) Keimigrasian, Alif Suaidi. Alif juga dianggap bertanggung jawab atas terjadinya delay system Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehingga menimbulkan informasi keliru tentang Harun Masiku.

Pencopotan Ronny tak lepas dari 'blunder' Imigrasi. Instansi ini akhirnya mengakui Harun telah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020. Padahal, mereka sebelumnya sempat menyatakan Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin, 6 Januari 2020 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM (Harun Masiku) telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020,” ujar Ronny saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 22 Januari 2020 lalu.

Imbas kejadian itu, Yasonna membentuk tim yang berasal dari Kemenkominfo, BSSN, Bareskrim Polri dan Ombudsman untuk menyelidiki terjadinya kesimpangsiuran informasi yang disebabkan oleh delay system tersebut. Pencopotan Ronny Sompie disebutnya agar tim itu berjalan optimal.

“Supaya itu betul-betul independen maka Dirjen Imigrasi difungsionalkan, sekarang Plh,” kata Yasonna.

KPK dan Polri hingga kini masih memburu keberadaan Harun Masiku yang disebut-sebut berada di Indonesia. KPK sudah memasukkan nama Harun Masiku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan. KPK juga telah meminta Imigrasi untuk mencegah Harun Masiku pergi ke luar negeri.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini