Helmy Yahya Bantah TVRI Didominasi Program Asing

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 28 Januari 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 337 2159766 helmy-yahya-bantah-tvri-didominasi-program-asing-J5JTfNhS3f.jpg Helmy Yahya (Foto: Ist)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Helmy Yahya membantah acara TVRI didominasi program asing. Menurutnya, program TVRI justru didominasi acara lokal. 

"Saya ingin menyampaikan, tidak benar TVRI didominasi oleh program asing. Program asing itu tidak sampai 10 persen durasinya dari total hampir 80 jam nasional," kata Helmy saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Helmy menjelaskan, program yang sifatnya lokal disiarkan seluruh stasiun TVRI di berbagai daerah. Tayangan lokal yang dimaksud mengangkat berbagai hal mengenai budaya, bahasa daerah, dan pendidikan.

"TVRI mempunyai 30 stasiun daerah sampai ke Papua Barat setiap hari bersiaran empat jam, semuanya lokal. Empat jam saya kalikan dengan 365, saya kalikan dengan 30 stasiun itu dapat 42 ribu jam. Semuanya program lokal. Kami mengangkat lokal, budaya bahasa daerah pendidikan Informasi," ujarnya.

Baca Juga: Helmy Yahya Dicopot, Direktur Program TVRI Akui Ada Disharmoni 

TVRI Foto IST

Hingga TVRI mendapatkan amanah dari Badminton World Federation (BWF) untuk disiarkan seluruh pertandingan. Hal itu bersamaan dengan prestasi atlit Indonesia yang membaik hingga akhirnya membuat rating dan share TVRI meningkat.

Helmy terus mendorong kemajuan TVRI hingga mendapatkan tawaran hak siar liga Inggris dengan harga yang sangat murah. Menurutnya, hiburan murah sangat digemari di Indonesia, seperti sepakbola dan badminton.

"Kami mendapatkan kejutan. Ini yang saya katakan rezeki anak saleh mendapatkan kepercayaan untuk menayangkan Liga Inggris, dengan harga yang sangat murah. Saya buka saja, harganya cuma 3 juta dolar, 1 juta dolar itu komitmen diambil iklannya, kami hanya bayar 2 juta dolar," tuturnya.

Saat ditanya kenapa TVRI tidak menyiarkan sepakbola lokal. Helmy menuturkan biaya penyiaran Liga Indonesia berlipat-lipat ganda dari harga penyiaran Liga Inggris.

"Kalau ada yang bertanya kenapa tidak beli Liga Indonesia? Liga Indonesia harganya empat kali lipat lima kali lipat dari liga Inggris. Jadi, ini perlu saya sampaikan," ujarnya.

Baca Juga: TVRI Dikritik Tayangkan Discovery Channel saat Banjir, Dewas: Kami Sudah Tegur Direksi 

Dijelaskan Helmy, dalam dunia televisi memang diperlukan adanya killer content atau monster program yang dibayar mahal. Hal itu diharapkan agar penonton singgah di stasiun televisi tersebut.

"Melihat kami serius dan patuh kami mendapatkan kesempatan menayangkan Timnas Indonesia Malaysia atau Indonesia Thailand. kaget kami tiba-tiba ketika Indonesia Malaysia tiba-tiba TVRI nomor satu," ujarnya.

Helmy menambahkan, hanya ada empat program televisi di Indonesia yang sangat bisa mendongkrak rating, di antaranya, sepakbola, badminton, drama, dan acara musik dangdut. Dua dari itu, sepakbola dan badminton menjadi pilihan Helmy untuk mengkerek rating TVRI.

"Saya katakan kalau boleh sharing orang televisi cuma empat program di di Indonesia ini yang dirindukan yang ratingnya tinggi. Satu, bola; dua badminton; tiga drama, nomor empat adalah dangdut. Kami minimal sudah punya keduanya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini