Share

Putri Arab Saudi Ditipu hingga Setengah Triliun di Bali

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 337 2159666 putri-arab-saudi-ditipu-hingga-setengah-triliun-di-bali-s3gCOhIBem.jpg Princes Lolowah binti Faisal bin Abdulaziz Al-Saud. Foto : iNews.id/Dayan.org)

JAKARTA – Putri Arab, Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud, mengaku jadi korban penipuan oleh seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka. Ia mengaku ditipu hingga sekira USD36 juta atau Rp512 miliar lebih.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan, kasus ini dilaporkan kuasa hukum Princess Lolowah pada Mei 2019.

Menurut dia, kuasa hukum Princess Lolowah melaporkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang.

“Kerugian ditaksir Rp512 miliar atau setengah triliun lebih,” kata Sambo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Sambo menjelaskan duduk perkaranya kasus tersebut. Korban Princess Lolwah telah mengirimkan uang USD 36.106.574,84 atau sebesar Rp505.492.047.760 sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018 terkait pembelian tanah dan pembangunan vila di Bali.

Ilustrasi

“Uang itu untuk pembelian tanah dan pembangunan Villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali,” ujar Sambo.

Namun, kata Sambo, pembangunan belum selesai sampai 2018. Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, telah melakukan penilaian atas nilai bangunan villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan.

“Didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” tutur Sambo.

Kemudian, ia mengatakan, tanah dan vila tersebut akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan vila masih atas nama tersangka.


Baca Juga : Tergiur Ingin Jadi ASN, 4 Warga Ditipu Oknum Staf Poltekes hingga Rp163 Juta

Selain itu, Sambo menambahkan, pelaku menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 m2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya.

“Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD500.000 kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual,” tutur Sambo.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini