Ramai Virus Korona, Bali Kintamani Festival Ditunda

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 28 Januari 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 337 2159350 ramai-virus-korona-bali-kintamani-festival-ditunda-jLmfMGcfqN.jpg Ilustrasi Bandara Ngurah Rai Bali (foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Bali resmi menunda acara perayaan Imlek 2020 bertajuk Bali Kintamani Festival lantaran adanya peristiwa penyebaran virus korona. Sedianya acara tersebut dijadwalkan digelar pada 8 Februari 2020.

Pemerintah di Pulau Dewata itu menunda Bali Kintamani Festival dengan mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada Senin 27 Januari 2020.

Baca Juga: 106 Orang Meninggal Akibat Virus Korona, 4.239 Positif Terinfeksi 

"Sebagai bentuk empati terhadap kondisi di China, maka Bali Kintamani Festival yang rencananya diselenggarakan pada 8 Februari 2020 untuk sementara waktu ditunda pelaksanaannya sampai dengan kondisi yang memungkinkan," demikian tulis surat edaran tersebut.

Surat Edaran Penundaan Bali Kintamani Festival (foto: Ist)	 

Surat Edaran Penundaan Bali Kintamani Festival (foto: Ist)

Pemprov Bali juga meminta pengelola hotel dan biro agen perjalanan untuk tidak menggenakan biaya pembatalan kepada turis asal China yang tak jadi berkunjung ke Pulau Dewata.

"Menyadari wabah virus korona di China ini merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi (force majeure), diminta kepada hotel/akomodasi yang ada di Bali untuk tidak mengenakan biaya pembatalan/cancellation fee terhadap agent perjalanan/wisatawan China yang membatalkan kedatangannya karena wabah penyakit tersebut," ujarnya.

Selain itu, bagi travel agent wisatwan China yang sudah membayar down payment kepada hotel/akomodasi dapat menggunakan down payment dimaksud untuk kunjungan yang akan datang (tidak dinyatakan hangus).

"Kepada rumah sakit yang ada di wilayah hukum Pemprov Bali agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemprov Bali sebelum membuat statment-statment terkait dengan pasien-pasien yang menunjukkan tanda-tanda demam guna menghindari berita yang simpang siur yang merugikan Bali sebagai destinasi pariwisata," tutup surat edaran tersebut.

Baca Juga: Ini 3 Rumah Sakit Rujukan Nasional untuk Pasien Suspect Virus Korona

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini