Fasilitas Kesehatan Indonesia Memadai Atasi Virus Korona

Selasa 28 Januari 2020 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 337 2159329 fasilitas-kesehatan-indonesia-memadai-atasi-virus-korona-Pt9iegTuG9.jpg Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Dok Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan observasi terhadap sejumlah orang terkait penyebaran virus korona dari China, serta menunggu hasil uji laboratorium terhadap beberapa kasus baru.

Di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan milik Kemenkes adalah satu-satunya pihak yang dapat memastikan keberadaan virus korona jenis baru.

Baca juga: DPR Minta Pasien Virus Korona Segera Dikarantina Jika Ditemukan di Indonesia 

Kemenkes sebelumnya, telah memastikan ada 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani pasien jika memang ada yang terkonfirmasi terjangkiti virus yang pertama kali terdeteksi bulan lalu di Kota Wuhan, China, itu.

Seiring terus meningkatnya jumlah korban yang meninggal dunia di China akibat virus korona, Pemerintah Indonesia juga meningkatkan upaya pencegahan, termasuk memastikan berjalannya proses pendeteksian virus yang memadai.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes RI Anung Sugihantono mengatakan sejauh ini ada 13 orang yang sedang diobservasi.

"Yang 11 sudah ada hasilnya, semuanya negatif. Dua sedang dilakukan pemeriksaan," ujar Anung dalam acara konferensi pers pada Senin 27 Januari 2020, mengutip dari BBC News Indonesia.

Baca juga: Wabah Virus Korona, AS dan Kanada Berlakukan Travel Warning ke China 

Sebelumnya terdapat sejumlah kasus dicurigai terinfeksi virus korona, di antaranya termasuk di Jakarta, serta di beberapa wilayah lainnya seperti Sorong di Papua Barat, Manado di Sulawesi Utara, hingga Jambi dan Bali.

Menganggapi hal ini, Dirjen Anung menegaskan bahwa belum ada pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus korona jenis baru dari Wuhan. Ia juga mengatakan, para petugas kesehatan dipastikan mengikuti standar operasional kerja sesuai mekanisme pemeriksaan laboratorium WHO.

Anung menjelaskan bahwa proses pendeteksian terbagi menjadi empat. Pertama adalah tahap observasi, yakni yang telah dilakukan pemerintah, terhadap orang-orang yang mengalami gejala terkait.

Berikutnya, lanjut dia, bagi pasien yang sedang diobservasi memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan atau mengalami kontak langsung dengan orang yang terjangkiti baru akan dianggap "suspect" atau terduga.

Baca juga: Warga China Suspect Virus Korona di Sorong Berangsur Pulih 

Tahap selanjutnya adalah jika hasil laboratorium membuktikan seseorang terinfeksi virus korona, maka ia akan di anggap "probable" atau kemungkinan terinfeksi. Hal ini karena belum sampai deteksi secara khusus novel coronavirus atau virus korona jenis baru.

Anung mengatakan bahwa seorang pasien akan dinyatakan terkonfirmasi jika hasil uji laboratorium mendeteksi virus korona jenis baru itu.

Fasilitas Memadai

Di antara kasus terbaru juga termasuk di Bandung, Jawa Barat, di mana pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan terkait virus korona, sedang menunggu hasil tes dari dua pasien yang sedang diobservasi. Salah satu dari pasien itu termasuk seorang warga negara China yang sedang dirawat di ruang isolasi di RSHS Bandung.

"Pasien tersebut karena datang tanggal 12 Januari 2020 dari sebuah kota di Tiongkok (China), Shicuan, yang jaraknya itu 1.300 kilometer dari Wuhan. Jadi karena ada riwayat ke sana dan takut ada kontak sehingga masuk ke Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning RSHS," kata Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi kepada Yuli Saputa untuk BBC News Indonesia, Senin 27 Januari 2020.

Baca juga: Cegah Virus Korona, Diimbau Tidak Makan Kelelawar dan Hewan Liar Lain 

Ia menyatakan kesiapan rumah sakit dalam penangan virus korona jika terkonfirmasi. RSHS sebelumnya telah berpengalaman menangani kasus infeksi menular, seperti MERS CoV, flu burung, dan SARS yaitu penyakit pernapasan yang juga diakibatkan oleh virus termasuk keluarga korona.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung di Kemenkes Wiendra Waworuntu memastikan sejumlah rumah sakit rujukan memiliki fasilitas memadai serta berpengalaman menangani sejumlah penyakit menular yang menjadi perhatian global sebelumnya itu.

"Bagaimana mulai mengambil spesimen untuk diuji Badan Litbang Kemenkes hingga nanti di-declare itu ada. Nanti kalau masuk probable sampai dengan menjadi confirm itu juga punya SOP. Kalau sudah confirm akan masuk (ruang isolasi) tekanan negatif," ujar Wiendra.

Baca juga: Masyarakat Diminta Kurangi Interaksi dengan Hewan Liar untuk Cegah Virus Korona 

Ketua Departemen Epidemiologi di Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono berpendapat bahwa Indonesia siap menangani kasus korona jika ada pasien yang terkonfirmasi terjangkiti jenis baru virus itu.

Walau demikian, tambah Miko, efektivitas kemampuan fasilitas kesehatan di Indonesia juga terbatas pada jumlah tertentu.

"Dari 100 rumah sakit, paling banyak rata-rata masing-masing merawat tiga pasien, jadi sekitar 300 pasien yang mampu di rawat di rumah sakit isolasi itu," kata Miko melalui sambungan telepon, Senin 27 Januari 2020.

Lebih lagi, tambah Miko, jika jumlah pasien terus bertambah, ada kemungkinan pihak rumah sakit mengalami kekurangan peralatan bagi petugas kesehatan, seperti pakaian pelindung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini