Bersaksi di Sidang Wawan, Eks Kadis Banten Sebut Nama Suti Karno Masuk Daftar Proyek

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 337 2159298 bersaksi-di-sidang-wawan-eks-kadis-banten-sebut-nama-suti-karno-masuk-daftar-proyek-BGc1dvM8gj.jpg Sidang Kasus Korupsi Alkes Banten di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Okezone/Arie DS)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina di sidang lanjutan kasus dugaan suap yang menyeret terdakwa adik mantan Gubernur Banten, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Saat bersaksi, Hudaya sempat menyebut nama Suti Karno yang merupakan Adik Kandung dari Rano Karno. Nama Suti Karno, disebut Hudaya, masuk dalam daftar list sebuah proyek di Banten yang dipegang oleh mantan Direktur Pemasaran PT Bali Pacific Pragama, Dadang Prijatna.

Baca Juga: Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan 

"Kalau Suti Karno nampaknya dengan daftar list yang di proyek," ujar Hudaya saat bersaksi untuk terdakwa Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 27 Januari 2020.

Lebih lanjut, Hudaya mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mengantarkan uang tunai kepada mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno. Hudaya mengantarkan uang ke Rano Karno sebesar Rp250 juta yang dibungkus koran dan plastik.

"(uang Rp250 juta) diberikan kepada saya tahun 2013 untuk disampaikan ke Rano Karno, (uang itu) dari hasil pekerjaan 2012," ujar Hudaya.

"Saya tidak membuka, cuma menjinjing saja, langsung saya bawa," ditambahkannya.

Uang Rp250 juta untuk Rano Karno diakui Hudaya berasal dari Dadang Prijatna. Saat menyerahkan uang, kata Hudaya, Dadang tidak menyebut secara spesifik asal muasal uang itu.

Baca Juga: Sidang Korupsi Alkes Banten, Saksi Sebut Eks Kadinkes Tangsel Terima Setoran 

‎Dalam perkara ini, Bos PT Balipasific Pragama (PT BPP), Wawan didakwa telah melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012.

Wawan juga didakwa melakukan korupsi bersama staf PT Balipasific Pragama (PT BPP) Dadang Prijatna dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alkes Puskesmas Kota Tangerang Selatan Mamak Jamaksari yang telah divonis bersalah dalam perkara ini. Selain itu ia juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini