Tips Menghindari dan Mencegah Tertular Virus Korona

Bramantyo, Okezone · Senin 27 Januari 2020 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 337 2159057 tips-menghindari-dan-mencegah-tertular-virus-korona-A61iEyTlnC.jpg Dosen UNS Fakultas Kedokteran, Dr. Reviono (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Korban tewas yang disebabkan oleh mewabahnya virus korona sudah mencapai angka 80 orang di seluruh dunia. Sedangkan sebanyak 2.744 orang dikonfirmasi positif terinfeksi.

Menyikapi hal itu, pemerintah Indonesia terus berupaya mengambil langkah antisipasi dengan melakukan penjagaan ketat di hampir semua bandara dan pelabuhan.

Dosen Fakultas Kodokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Reviono mengakui, meski Indonesia saat ini masih aman, virus korona yang memiliki nama Novel Coronavirus (2019-nCov) sudah membuat kepanikan.

(Baca Juga: Korban Tewas Virus Korona Sudah 80 Orang, 1.744 Positif Terinfeksi)

Kendati begitu, Dr. Reviono meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Meski tergolong jenis virus baru, tetapi bisa diantisipasi dengan melakukan langkah-langkah dan penanganan yang tepat.

Menurutnya, virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Dan waktu penularan virus corona ini juga cepat, karena melalui manusia ke manusia. Sehingga, masih bisa dilakukan upaya pencegahan.

"Gejala awalnya seperti batuk, demam (tinggi) kesulitan bernafas serta ada riwayat kontak dengan pasien positif terkena virus corona serta yang bersangkutan melakukan bepergian ke luar negeri," ujar Dr.Reviono, Senin (27/1/2020).

Kepada masyarakat yang mengalami gejala seperti itu diharapkan segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit supaya bisa segera di cek dan memperoleh tindakan medis.

(Baca Juga: Virus Korona, Kemenlu Bahas Evakuasi Mahasiswa di Wuban China)

Disampaikan juga oleh Dr. Reviono, masyarakat jangan panik, untuk mengantisipasi virus korona bisa dilakukan dengan sering cuci tangan pakai sabun.

Dihimbau agar menggunakan masker jika berada tempat umum. Kemudian mengkonsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, menjaga kebugaran tubuh, menghindari sumber infeksi, rajin olahraga dan istirahat cukup.

"Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dan jika sedang flu jangan keluar rumah supaya tidak jadi sumber infeksi," pesannya.

Untuk wilayah Indonesia sendiri, menurutnya belum ada yang terjangkit virus korona ini. Bahkan pemerintah juga telah siaga dalam menyikapi hadirnya virus korona ini.

"Salah satunya menutup penerbangan dari dan ke China serta memasang alat detektor panas tubuh di berbagai bandara," lanjutnya.

Reviono menambahkan, bahwa kasus virus korona di Wuhan, China telah menelan korban jiwa mencapai puluhan orang yang kebanyakan merupakan orangtua dengan penyakit penyerta.

Sedangkan 80 persen penderita sembuh karena tidak ada penyakit penyerta dan usia tergolong masih muda. “80 persen pasien di China ini sembuh dengan sendirinya karena memang belum ada vaksin khusus virus korona," imbuhnya.

Salah satu contohnya jika terkena flu, tanpa meminum juga sembuh dengan sendirinya, karena virus bisa mati sendiri. Karena di dalam tubuh manusia terdapat interferon yaitu berupa protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, seperti virus.

"Jika produksi interferon cukup maka virus bisa terkendali pertumbuhannya dan mati dengan sendirinya. Namun kalau sudah berusia tua dan ada penyakit yang disertai, produksi interferon tidak cukup dan virus bisa tumbuh terus,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini