nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tunggu Hasil Analisis PPATK Terkait Kasus Pencucian Uang Kepala Daerah di Kasino

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 337 2159022 polisi-tunggu-hasil-analisis-ppatk-terkait-kasus-pencucian-uang-kepala-daerah-di-kasino-Mp5vVv2pYx.jpg Kabag Penum Polri, Kombes Asep Adi Saputra (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya belum menerima laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terkait kasus pencucian uang kepala daerah di kasino luar negeri.

Asep mengatakan, laporan analisis yang telah dilakukan PPATK sudah keluar secara resmi, namun sejauh ini pihaknya tidak menerima hasil tersebut.

"PPATK secara prosedural sudah melakukan upaya penyelidikan terhadap dugaan ini, dan sudah resmi mengeluarkan laporan hasil analisis namanya LHA. Namun demikian sejauh ini LHA-nya hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum lainnya jadi bukan kepada pihak kepolisian ya," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri, Senin (27/01/2020).

 Baca juga: Polri Siap Bantu Selidiki Kasus Dugaan Kepala Daerah Simpan Uang di Kasino

PPATK, kata Asep, hanya menyerahkan laporan tersebut kepada pihak lain di luar kepolisian, namun dirinya mengaku tidak tahu pihak mana saja yang telah mendapat laporan tersebut apakah Kejaksaan Agung atau KPK.

"Nanti kita cek kembali yah (siapa yang sudah menerima laporan analisis) tapu yang jelas bukan ke pihak kepolisian," tuturnya.

 Baca juga: Soal Aliran Dana di Kasino PPATK: Kita Berusaha agar Ditindaklanjuti

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono siap membantu untuk menyelidiki kasus kepala daerah yang diduga menyimpan uang di kasino.

"Penyelidikan dulu," ucap Argo Yuwono kepada Okezone.

Awalnya PPATK menemukan dugaan kepala daerah menaruh uang di luar negeri dalam sebuah rekening kasino. Ketika ditelusuri, jumlahnya pun mencapai Rp50 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin ketika menyampaikan beberapa hal terkait refleksi PPATK selama periode 2019.

Ketika berkunjung ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru-baru ini, Kiagus pun berharap kalau temuan-temuannya yang terkait penyimpanan uang di kasino oleh kepala daerah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini