Penyuap Gubernur Kepri Nonaktif Dituntut 2 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 27 Januari 2020 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 337 2159006 penyuap-gubernur-kepri-nonaktif-dituntut-2-tahun-penjara-H143qdeq0Q.jpg Pengusa Kock Meng dituntut 2 tahun penjara karena menyuap Gubenur Kepro Nonaktif Nurdin Basirun (Foto : Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pengusaha Kock Meng dengan pidana dua tahun penjara. Selain itu, Kock Meng juga dituntut membayar denda senilai Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini Kock Meng terbukti menyuap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) non-aktif, Nurdin Basirun terkait izin usaha di pulau reklamasi. Uang suap yang diberikan Kock Meng untuk Nurdin sejumlah Rp45 juta dan 11 ribu dolar Singapura.

"Menuntut, menyatakan terdakwa Kock Meng telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa KPK, M Asri Irawan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Ilustrasi

Hal yang memberatkan tuntutan terhadap Kock Meng karena perbuatannya dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal meringankan, sopan, mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum.

Menurut Jaksa, suap dari Kock Meng untuk Nurdin diberikan secara bertahap. Suap diberikan oleh Kock Meng kepada Nurdin melalui rekannya bernama Abu Bakar.

Baca Juga : Virus Korona Mewabah, Pemerintah Upayakan Kebutuhan Logistik WNI di Wuhan Tercukupi

Abu Bakar memberikannya kepada mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Edy Sofyan, dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Budy Hartono.

"Dapat disimpulkan bahwa pemberian uang Rp45 juta, SGD5 ribu dan SGD6 ribu yang diserahkan oleh terdakwa kepada Nurdin Basirun melalui Abu Bakar, Budi Hartono dan Edy Sopian, adalah pemberian tidak resmi," kata jaksa.

Jaksa menyatakan uang suap diberikan agar Nurdin membantu Kock Meng memberikan izin usahanya di perairan Kepri. Kock Meng berniat membuka restoran dan penginapan terapung di daerah Tanjung Piayu Batam.

"(Pemberian uang) memiliki tujuan atau maksud supaya Nurdin Basirun selaku penyelenggara berbuat dalam jabatannya, yaitu menandatangani izin prinsip pemanfaatan laut," tutur jaksa.

Atas perbuatannya, Kock Meng dituntut melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini